Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan negaranya siap melanjutkan perang melawan Iran menyusul serangan terbaru Amerika Serikat ke negara tersebut di tengah gencatan senjata.

Katz menuturkan Israel akan melanjutkan perang melawan Iran "dengan kekuatan yang lebih besar lagi" jika diperlukan.

>>> BRIN Ungkap Alasan Kebakaran TPA Terus Berulang Saat Musim Kemarau

"Militer telah siap dan berada dalam kondisi siaga untuk melanjutkan pertempuran, guna kembali merebut keunggulan udara dan melancarkan serangan lagi...

ke Iran, demi menghilangkan berbagai ancaman, bahkan untuk ketiga kalinya jika diperlukan," kata Katz dalam sebuah upacara militer pada Kamis (9/7) seperti dikutip AFP.

"Jika kami harus kembali, kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar lagi," tambahnya.

Netanyahu: Iran di Titik Terlemah

Berbicara dalam upacara yang sama, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Iran telah dilemahkan oleh dua operasi militer sebelumnya yang dilancarkan Israel terhadap negara tersebut.

Ia juga mewanti-wanti perang dengan Iran belum berakhir.

"Poros Iran kini berada pada titik terlemahnya, sementara Israel berada pada titik terkuatnya," ujarnya.

"Kami telah membuktikan bahwa jangkauan panjang Angkatan Udara Israel mampu menjangkau wilayah mana pun, mulai dari Yaman hingga Iran.

Namun, kami juga harus mengakui bahwa operasi ini belum berakhir," papar sang PM menambahkan.

Perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye serangan udara terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam tersebut, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat senior lainnya.

Serangan itu merupakan operasi militer kedua Israel terhadap Iran, setelah perang selama 12 hari yang terjadi pada Juni 2025.