Kubah panas atmosfer bersejarah telah memerangkap lebih dari separuh wilayah Amerika Serikat dalam siklus umpan balik termal yang mengancam jiwa.

Fenomena ini memicu peringatan panas ekstrem dan penyesuaian operasional darurat di sejumlah kota besar selama akhir pekan libur Hari Kemerdekaan.

>>> Rays Kalahkan Yankees 3-0, Aaron Boone Diusir Wasit

Menurut National Weather Service, pola tekanan tinggi yang sangat besar ini mendorong indeks panas siang hari mencapai 105 hingga 115 derajat Fahrenheit.

Lebih dari 100 rekor suhu siang hari terancam pecah. Di lingkungan perkotaan padat, suhu terendah malam hari tidak turun di bawah 75-80 derajat Fahrenheit.

Kondisi ini memperparah akumulasi stres panas bagi lebih dari 200 juta warga AS yang terdampak.

Akibat cuaca ekstrem, sejumlah acara publik dibatalkan, termasuk parade Salute to Independence di Philadelphia dan parade pagi Hari Kemerdekaan di Washington, D.

C.

Amtrak mengurangi beberapa operasi kereta api di Timur Laut karena suhu rel yang tinggi. Pemerintah juga mengeluarkan arahan untuk mengesampingkan sementara pembatasan lingkungan guna memaksimalkan output jaringan listrik.

Wali Kota New York Zohran Mamdani menyebut kondisi ini sangat berbahaya. Pihak berwenang di New York mengerahkan mobil medis khusus untuk mendistribusikan air, elektrolit, dan tabir surya.

>>> Microsoft Tambah Game Baru ke Xbox Game Pass Usai Restrukturisasi

Mamdani merekomendasikan warga tetap di dalam ruangan dan menjaga kesejukan. Ia mencontohkan pernikahan di Madison Square Garden yang tetap digelar di dalam ruangan sebagai teladan bagi kota.

Di tengah kondisi panas terik, penyelenggara acara regional di National Mall menyesuaikan logistik dengan menyediakan sumber daya medis dan pendingin yang diperluas.