FIFA menjatuhkan sanksi dua pertandingan kepada bek Inggris Jarell Quansah pada Kamis, 9 Juli 2026, menyusul kartu merah yang diterimanya saat melawan Meksiko.

Hukuman tersebut membuat Quansah absen pada laga perempat final Piala Dunia melawan Norwegia dan berpotensi juga semifinal jika Inggris lolos.

>>> Worcester Red Sox Sapu Bersih Rochester Red Wings dalam Doubleheader

Komite disiplin independen FIFA meningkatkan larangan otomatis satu pertandingan setelah mengklasifikasikan tekel tinggi Quansah terhadap Jesus Gallardo sebagai pelanggaran serius.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) terlibat aktif dalam proses tersebut, namun tidak dapat mengajukan banding berdasarkan regulasi turnamen.

FIFA menyatakan bahwa sanksi akan dijalani pada pertandingan tim nasional Inggris berikutnya di Piala Dunia 2026 sesuai Pasal 69 Kode Disiplin FIFA.

Kontroversi Keputusan Balogun

Badan pengatur sepak bola dunia juga mengeluarkan penjelasan terpisah terkait keputusan kontroversialnya yang membatalkan larangan kartu merah untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, karena adanya campur tangan politik.

FIFA mencatat bahwa putusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan semua keadaan spesifik seputar insiden dan bukti yang tersedia, tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Presiden FIFA Gianni Infantino kemudian membela proses tersebut setelah mendapat kecaman keras dari pejabat sepak bola Eropa dan negara-negara pesaing terkait integritas turnamen.

Infantino menegaskan bahwa keputusan mengenai Balogun ditangani sepenuhnya oleh komite disiplin independen FIFA, bukan karena favoritisme administratif.

>>> Lupin Pharmaceuticals Tarik Jutaan Botol Obat Tetes Mata di Seluruh AS

Ia menekankan bahwa independensi komite sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola dan harus selalu dihormati.

Keputusan khusus terkait insiden Amerika Serikat itu memicu kritik luas dari pelatih lawan, termasuk manajer Belgia Rudi Garcia yang secara terbuka menentang sikap tersebut.