Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sering curhat kepadanya mengenai pelaksanaan sejumlah program pemerintah yang belum berjalan sempurna.

Hashim yang merupakan adik Prabowo itu mengatakan sang kakak menilai banyak program memiliki tujuan mulia, tetapi implementasinya kurang optimal.

>>> Visa Nomad Digital Korsel Resmi Dibuka, Syaratnya Lebih Mudah

"Saya sering diajak bicara dengan Presiden Republik Indonesia yang juga kakak saya. Dia banyak curhat sama saya, mungkin curhat sama Budi juga.

Program bagus, tujuan bagus, mulia, tapi dalam perjalanannya, implementasinya kurang sempurna," ujar Hashim dalam peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Jakarta Pusat, Kamis (9/7).

Hashim tidak merinci program apa yang dimaksud Prabowo. Namun, ia menyebut Prabowo beberapa kali menyampaikan keluhan tersebut.

"Kita sudah saksikan, tidak perlu saya sebut, kita saksikan beberapa program yang bagus, tapi implementasinya kurang bagus. Ya, sering sekali Pak Prabowo curhat sama saya," ujarnya.

Selain itu, Hashim mengatakan Prabowo juga kerap menyoroti persoalan birokrasi di Indonesia yang dinilai masih kurang.

Meski begitu, Hashim menilai pelaksanaan SRUK menjadi pengecualian. Koordinasi antarkementerian dan lembaga dalam penyusunan sistem tersebut berjalan baik.

"Saya mau berikan apresiasi, ini suatu pencapaian yang luar biasa.

>>> Update Kasus Korupsi: Penggeledahan di Sentul hingga Cipete, Kejagung Buka Suara

Saya mau sampaikan ini suatu luar biasa karena hari ini kita menyaksikan birokrasi Pemerintah Indonesia yang sukses dan berhasil," ujar Hashim.

SRUK merupakan sistem yang menjadi fondasi tata kelola pasar karbon Indonesia. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, keterlacakan, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor.