Presiden Prabowo Subianto menyiapkan penghargaan khusus bagi para pejabat yang dinilai berjasa mewujudkan program mandatori Biodiesel B50.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

>>> KPK Tahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono, Terima Gratifikasi Rp30 Miliar

Sejumlah nama penting masuk daftar penerima, mulai dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Presiden memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk menyiapkan daftar nama para pejabat yang berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

"Nanti Mensesneg coba saya minta nama-nama, Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Menko Ekonomi, Pak Rosan, dan pejabat lain, saya minta mereka-mereka yang berjasa dalam proses mencapai B50, saya minta nama-namanya, saya ingin memberi tanda kehormatan, bintang penghargaan kepada mereka-mereka," kata Prabowo.

Menurut Presiden, penghargaan itu bukan diberikan karena jabatan yang tinggi, melainkan sebagai bentuk apresiasi atas hasil kerja nyata yang membawa manfaat besar bagi bangsa dan negara.

"Yang dapat bintang semua yang pangkatnya sudah tinggi. Bukan soal pangkat, soal pekerjaan, jasa, hasil untuk bangsa dan negara.

>>> FIFA Kecam Tuduhan Mesir: Protes Tanpa Bukti Tak Punya Tempat di Sepak Bola

B50 ini hasil besar untuk bangsa dan negara dan rakyat," ujarnya.

Prabowo menyebut peluncuran B50 memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Indonesia melalui penghematan devisa hingga Rp170 triliun.

"Bayangkan kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar 170 triliun. 10 miliar dolar kita hemat," ujar Presiden.

Program Mandatori B50 menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri, serta memperkuat ketahanan energi dan ekonomi nasional.

Pemerintah menetapkan masa transisi hingga 30 September 2026 bagi badan usaha BBM untuk menghabiskan stok biodiesel B40. Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi pelaksanaan B50 setiap tiga bulan.

>>> Terowongan Kereta Bawah Tanah Cincinnati: Proyek 1920-an yang Tak Pernah Berfungsi

Sebelum diterapkan secara nasional, implementasi B50 telah dipersiapkan dari sisi teknis, pasokan, distribusi, hingga regulasi. Pengujiannya dilakukan pada enam sektor pengguna mesin diesel.