Pria rata-rata meninggal lebih cepat daripada wanita, dan penyebabnya sering dikaitkan dengan genetika atau hormon.

Namun, faktor yang lebih praktis adalah kebiasaan pria yang kerap menunda periksa ke dokter, mengabaikan gejala awal, dan jarang melakukan skrining rutin.

>>> 100 Inspirasi Nama Anak Perempuan Bermakna Sukses dan Beruntung

Hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit hati stadium awal, dan beberapa jenis kanker bisa berkembang tanpa gejala yang jelas selama bertahun-tahun.

Ketika gejala seperti kelelahan, nyeri, sesak napas, atau penurunan berat badan muncul, penyakit mungkin sudah sulit diobati.

Kabar baiknya, perawatan preventif bisa mengubah hasil akhir.

Kunjungan tahunan, pemeriksaan tekanan darah, tes darah, skrining kanker, dan percakapan jujur tentang alkohol, merokok, tidur, stres, serta suasana hati adalah langkah kecil yang berdampak besar.

Penyakit Jantung Masih Menjadi Ancaman Utama

Penyakit jantung tetap menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika Serikat dan alasan utama pria kehilangan tahun-tahun hidupnya.

Risiko mulai terbangun puluhan tahun sebelum serangan jantung atau stroke terjadi.

Hipertensi, kolesterol tinggi, merokok, kurang aktivitas fisik, diabetes, obesitas, dan konsumsi alkohol berlebihan membebani sistem kardiovaskular. Mitos berbahaya adalah anggapan bahwa masalah jantung selalu memberikan tanda yang jelas.

Banyak pria hidup dengan tekanan darah tinggi atau arteri tersumbat tanpa merasa sakit.

Yang lain mengabaikan ketidaknyamanan dada, kelelahan tak biasa, nyeri rahang, pusing, atau sesak napas sebagai stres atau penuaan.

Pria tidak perlu menunggu hingga usia 60-an untuk memikirkan kesehatan jantung.

Pada usia paruh baya, atau lebih awal jika ada riwayat keluarga atau faktor risiko, tekanan darah, kolesterol, dan gula darah harus diperiksa secara teratur.