Duduk terlalu lama sudah menjadi gaya hidup banyak orang, terutama pekerja kantoran yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop.

Namun, kebiasaan ini menyimpan berbagai risiko kesehatan serius.

>>> Nascimento Puji Timnas Indonesia U-17 Usai Bantai Malaysia 3-0

Aktivitas duduk yang berkepanjangan termasuk dalam sedentary lifestyle atau gaya hidup minim gerak. Beberapa ahli bahkan menyebutnya sebagai 'the new smoking' karena dampaknya yang setara dengan merokok.

Risiko Kanker dan Obesitas

Studi terbaru dalam jurnal PLoS Medicine menemukan bahwa duduk lebih dari 30 menit setiap hari dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker.

Penelitian yang melacak lebih dari 900 ribu orang selama satu dekade ini menunjukkan setiap jam tambahan duduk meningkatkan risiko tersebut.

Namun, peneliti dari Glasgow University, Frederick Ho, mengatakan bahwa menyelingi duduk dengan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki singkat dapat memberikan perlindungan.

"Data kami menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 30 menit berturut-turut sangat terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi," ujarnya.

Duduk terlalu lama juga meningkatkan risiko obesitas. Mengutip Better Health, otot yang tidak bergerak membuat pencernaan lemak dan gula tidak efisien, sehingga terjadi penumpukan.

Aktivitas fisik sedang selama 60-75 menit per hari diperlukan untuk mengimbangi bahaya ini.

Gangguan Fisik dan Mental Lainnya

Masalah punggung dan pinggul juga mengintai. Duduk dalam waktu lama membuat otot fleksor pinggul memendek dan memicu masalah persendian.

Postur buruk saat duduk dapat memperburuk kesehatan tulang belakang, termasuk kompresi cakram.

>>> AS Serang Iran Lagi, Belasan Pesawat Militer 'Kepung' Selat Hormuz

Kurangnya aktivitas fisik juga berkaitan dengan kecemasan dan depresi. Sebuah tinjauan dalam BMC Public Health menemukan bahwa waktu duduk yang lama meningkatkan risiko kecemasan.