Belasan jet tempur dan pesawat militer Amerika Serikat terpantau 'mengepung' Selat Hormuz menyusul serangan terbaru AS ke Iran pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat-pesawat itu berputar-putar di lepas pantai Uni Emirat Arab, tepatnya di Teluk Persia dan Teluk Oman, pada Rabu dini hari.

>>> Kementerian HAM Nilai Belum Perlu Tim Investigasi untuk Penembakan di Papua

Sekitar 12 pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS dan satu pesawat intelijen P-8 Poseidon Angkatan Laut AS terlihat di kawasan tersebut.

Belasan pesawat itu beroperasi ketika AS melanjutkan serangan udara ke wilayah selatan Iran hingga pukul 08.40 waktu ET.

Satu pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara Uni Emirat Arab juga terpantau di area yang sama.

Pesawat pengisian bahan bakar berperan penting menjaga jet tempur tetap di udara selama serangan, memungkinkan pengisian ulang tanpa mendarat.

>>> Enzo Fernandez Akui Sudah Mendambakan Gol Penentu Kemenangan Argentina

Serangan Baru dan Target di Iran

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan pihaknya melancarkan 'serangan besar terhadap Iran untuk memberikan konsekuensi berat atas penargetan kapal komersial' di Selat Hormuz.

Serangan ini terjadi saat kedua negara tengah dalam gencatan senjata dan telah meneken nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.

Video yang terverifikasi menunjukkan ledakan dan kobaran api di kota pelabuhan Bandar Abbas, pelabuhan Sirik, dan Pulau Qeshm.

>>> Harga Minyak Dunia Melesat ke Level US$75,54 Usai AS Gempur Iran

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan juga menghantam Pulau Kharg, pusat ekspor minyak yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.