Harga Minyak Dunia Melesat ke Level US$75,54 Usai AS Gempur Iran
Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Rabu (8/7) setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran dan kembali menjatuhkan sanksi terhadap penjualan minyak mentah negara tersebut.
Langkah itu memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata antara kedua negara mulai runtuh dan berpotensi mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah.
>>> Jadwal Lengkap MotoGP Jerman 2026: Marquez Penguasa Sachsenring
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$1,38 atau 1,9 persen menjadi US$75,54 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,37 atau 1,9 persen ke level US$71,81 per barel.
Penguatan harga terjadi setelah AS melancarkan serangan udara sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut jalur pelayaran tersebut merupakan rute strategis pengiriman minyak dari Timur Tengah ke pasar global.
Kenaikan harga ini memperpanjang reli sehari sebelumnya.
Pada Selasa (7/7), Brent dan WTI sama-sama menguat sekitar 3 persen setelah pemerintah AS mencabut lisensi umum yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak mentah Iran.
Kepala Riset MST Marquee Saul Kavonic mengatakan eskalasi terbaru menjadi pengingat bahwa keamanan pelayaran di Selat Hormuz masih sangat rapuh.
>>> Terowongan Bawah Tanah Berusia 250 Tahun di Inggris Akan Dibuka untuk Umum
Menurutnya, kondisi tersebut berlawanan dengan pandangan pasar yang sebelumnya memperkirakan kelebihan pasokan minyak global.
Jika ketegangan terus berlanjut dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap berada di bawah 50 persen dari level sebelum perang, keterbatasan pasokan dapat menopang harga minyak lebih tinggi.
Setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata bulan lalu, harga minyak sempat turun kembali ke level sebelum perang.
Pelaku pasar juga meningkatkan posisi jual (short position) di kontrak berjangka minyak dengan harapan harga akan terus melemah seiring ekspektasi membanjirnya pasokan dari Timur Tengah.
Namun, serangan terbaru kembali mengubah sentimen pasar.
Qatar menuding Iran berada di balik serangan terhadap kapal-kapal komersial, termasuk sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar yang dilaporkan terkena serangan drone hingga memicu kebakaran di ruang mesin.
>>> Pramono Dorong Senayan City dan Plaza Senayan Terhubung Jalur Bawah Tanah
Di tengah meningkatnya ketegangan, negara-negara konsumen energi hanya bisa mengandalkan cadangan minyak mereka untuk menutup kekurangan pasokan.
Update Terbaru
Rupiah Melemah ke Rp17.988 per Dolar AS pada Perdagangan Rabu Pagi
Rabu / 08-07-2026, 10:50 WIB
Hari ke-9 Kebakaran, Asap Masih Selimuti TPA Jatiwaringin
Rabu / 08-07-2026, 10:49 WIB
30 Gambar FF untuk Wallpaper Smartphone, Super Keren
Rabu / 08-07-2026, 10:49 WIB
AS Bombardir Pulau Minyak Iran Kharg, Ledakan Besar Terdengar
Rabu / 08-07-2026, 10:49 WIB
Google Rilis Fitur Fake Call Detection untuk Cegah Scammer
Rabu / 08-07-2026, 10:49 WIB
5 Tanda Anak Cemburu pada Adik Baru dan Cara Menanganinya
Rabu / 08-07-2026, 10:49 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp14 Ribu ke Level Rp2,641 Juta per Gram
Rabu / 08-07-2026, 10:49 WIB
10 Anime Slice of Life Anti Membosankan yang Wajib Ditonton
Rabu / 08-07-2026, 10:48 WIB
Prabowo: Demokrasi Sistem Terbaik, Kita Harus Terus Menjaganya
Rabu / 08-07-2026, 10:48 WIB
Ranking FIFA Perempat Final Piala Dunia 2026: Norwegia Tim Paling Buncit
Rabu / 08-07-2026, 10:48 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 8 - 12 Juli 2026
Rabu / 08-07-2026, 10:48 WIB
Harga Emas Antam Turun Lagi Hari ini 8 Juli 2026, Kini Kembali di Level Rp2,64 Juta per Gram
Rabu / 08-07-2026, 10:46 WIB
Iran Ancam Beri Respons Menghancurkan ke AS
Rabu / 08-07-2026, 10:43 WIB







