Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menyatakan belum membutuhkan tim investigasi untuk mengusut peristiwa penembakan di Papua, termasuk kasus penembakan terhadap seorang ibu hamil di Kabupaten Intan Jaya.

Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengaku sempat mempertimbangkan pembentukan tim investigasi. Namun, setelah berkoordinasi dengan Polri, ia menilai tim tersebut belum diperlukan.

>>> Enzo Fernandez Akui Sudah Mendambakan Gol Penentu Kemenangan Argentina

"Sebetulnya sebelumnya kami memikirkan pembentukan tim investigasi diperlukan.

Tapi tadi Pak Astamaops, Pak Fadil sudah menjelaskan bahwa proses tersebut sedang ditangani secara menyeluruh, sehingga belum ada kebutuhan untuk membentuk tim penyelidikan, tim investigasi," kata Mugiyanto di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (7/7).

Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran mengatakan kasus penembakan ibu hamil itu sedang diselidiki TNI. Ia juga menyebut TNI-Polri telah mengidentifikasi pelaku penembakan pilot AMA AIR di Papua.

"Kolaborasi antara TNI-Polri di lapangan dalam konteks penegakan hukum untuk mengidentifikasi pelakunya sudah berjalan dengan baik.

Saya kira tidak perlu, jadi tim dari Satgas Operasi Damai Cartenz, Satgas Gakkum sudah bekerja, tinggal koordinasi di lapangan teknis bagaimana untuk menemukan tersangkanya," katanya.

Kronologi Penembakan Ibu Hamil di Intan Jaya

Dalam keterangan tertulis pada 3 Juli, Koops TNI Habema menjelaskan insiden penembakan terhadap ibu hamil bernama Melkiana Dwitau di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf. M.

>>> Harga Minyak Dunia Melesat ke Level US$75,54 Usai AS Gempur Iran

Wirya Arthadiguna mengatakan berdasarkan laporan lapangan, gangguan tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit.

Tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian terdengar tembakan dari titik berbeda di kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa.