"Temuan kami menunjukkan bahwa menghabiskan waktu lama dengan duduk dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan," kata penulis utama Megan Teychenne.

Penyakit jantung menjadi ancaman lain.

Studi dalam The Harvard Gazette menunjukkan gaya hidup sedentari meningkatkan risiko gagal jantung dan kematian kardiovaskular hingga 40-60 persen, bahkan pada mereka yang rutin berolahraga.

"Risiko gaya hidup sedentari tetap ada bahkan pada orang yang aktif secara fisik," ujar ahli kardiologi Ezimamaka Ajufo.

Diabetes juga dapat dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama. Menurut Harvard Health Publishing, efek metabolisme gula dan lemak yang terganggu menjadi penyebabnya.

"Keduanya memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes dan penyakit jantung," jelas I-Min Lee dari Harvard Medical School.

Masalah pembuluh darah seperti varises dan trombosis vena dalam (DVT) juga perlu diwaspadai. Duduk menyebabkan darah menumpuk di kaki, yang bisa memicu varises.

Dalam kasus serius, DVT dapat menyebabkan gumpalan darah bergerak ke paru-paru dan menyebabkan emboli.

>>> Kementerian HAM Nilai Belum Perlu Tim Investigasi untuk Penembakan di Papua

Meski sulit menghindari duduk dalam waktu lama, risiko dapat dikurangi dengan bergerak ringan setiap 30 menit. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menekan bahaya yang mengancam.