Sekitar 1 dari 4 orang dewasa di dunia mengalami resistensi insulin, kondisi di mana sel tubuh kurang responsif terhadap insulin.

Akibatnya, glukosa sulit masuk ke sel dan memicu lonjakan gula darah.

>>> 3 Zodiak yang Beruntung pada 9 Juli 2026: Rezeki dan Asmara Lancar

Kabar baiknya, resistensi insulin bisa diperbaiki dengan perubahan gaya hidup. Selain diet seimbang dan olahraga, waktu sarapan ternyata sangat berpengaruh terhadap gula darah.

Sarapan Satu hingga Dua Jam Setelah Bangun Tidur

Menurut ahli gizi terdaftar Erin Palinski-Wade, waktu terbaik sarapan adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur.

Hal ini karena sensitivitas insulin secara alami paling tinggi di pagi hari.

"Penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas insulin paling tinggi di pagi hari karena biologi sirkadian. Tubuh paling siap memproses glukosa secara efisien," jelas Palinski-Wade.

>>> Gunung Kawi Bayar Berapa? Harga Tiket, Jalur Pendakian, dan Daya Tarik

Sarapan dalam jendela waktu ini membantu mencegah lonjakan gula darah ekstrem dan menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.

Selain waktu, jenis makanan juga penting. Pastikan sarapan mengandung karbohidrat, protein, serat, dan lemak sehat.

Hindari karbohidrat sederhana seperti roti putih atau kue manis.

>>> 6 Tone Up Cream untuk Flek Hitam dengan Niacinamide dan Vitamin C

Perbanyak serat untuk memperlambat penyerapan glukosa. Setelah makan, jangan langsung duduk atau berbaring; lakukan gerakan ringan untuk membantu pengaturan gula darah.