PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa kapal tanker VLCC Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat.

Pjs Corporate Secretary Vega Pita menyatakan bahwa kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz pada Rabu (8/7) malam.

>>> Prancis vs Maroko: Ouahbi Yakin Raih Hasil Beda dari Piala Dunia 2022

Keberhasilan ini menandai bahwa kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini dapat melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa.

Kapal Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa (7/7) pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB) dan berhasil melintasi area kritis serta Selat Hormuz pada Rabu (8/7) pukul 00.15 WIB.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mitigasi risiko dan pemantauan operasional yang dilakukan PIS berjalan efektif dalam menjaga keselamatan pelayaran di tengah dinamika kawasan.

Vega menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya.

Pemilihan waktu dan rute Pertamina Pride untuk melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang ketat dengan puluhan persyaratan, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru.

>>> Cara Menemukan Sage dan Kunci Penjara di Black Flag Resynced

Selama pelayaran, kapal dimonitor 24 jam penuh dan awak kapal terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS.

Seluruh awak kapal Pertamina Pride dalam kondisi aman dan selamat.

Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah ini langsung melanjutkan perjalanan menuju Cilacap untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Kapal Pertamina Pride diperkirakan menempuh perjalanan 15 hari dan tiba di Indonesia pada 23 Juli mendatang. PIS terus memantau kondisi keamanan jalur pelayaran dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan.

>>> Waswas Ditarget Iran, Trump Pulang dari Turki Pakai Air Force One Lama

PIS mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian masyarakat sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride, dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz.