Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang menimbulkan kekhawatiran serius bagi kesehatan masyarakat sekitar.

Dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Cynthia Centauri, menyampaikan bahwa paparan polutan dari kebakaran sampah sangat berbahaya.

>>> Trump Frustrasi Serang Iran: Orang-orang Ini Bohong dan Curang

Menurut Cynthia, kebakaran di TPA melibatkan berbagai jenis material, termasuk plastik. Pembakaran plastik menghasilkan zat berbahaya seperti dioksin dan furan.

"Kalau yang terbakar itu sampahnya bermacam-macam, apalagi ada sampah plastik, memang sangat berbahaya.

Salah satunya menghasilkan dioksin atau furan yang risikonya sangat tinggi," ujar Cynthia dalam konferensi pers, Selasa (7/7).

Dampak paparan dioksin dan furan tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga berisiko memicu gangguan saraf dan meningkatkan risiko kanker.

Cynthia menjelaskan bahwa efek polusi udara bisa langsung dirasakan setelah terhirup, terutama pada anak-anak dengan riwayat asma. "Begitu polusi udara terhirup, efeknya bisa langsung dirasakan.

>>> BRIN Luncurkan Satelit NEO-1 Buatan Anak Bangsa Januari 2027

Terutama pada pasien yang punya asma, bisa langsung memicu serangan," katanya.

Evakuasi dan Penggunaan APD

Cynthia mengimbau warga di sekitar lokasi kebakaran untuk segera dievakuasi jika kualitas udara sudah membahayakan. Evakuasi harus menjadi prioritas utama.

"Kalau memang kadar polutannya sedemikian tinggi dan padat, tidak memungkinkan untuk bernapas dan mengancam nyawa, harus dievakuasi tentunya orang-orang atau warga di sekitar tempat tersebut," ujarnya.

Jika evakuasi tidak memungkinkan, warga disarankan tetap di dalam rumah dengan menutup ventilasi dan menggunakan air purifier jika tersedia.

>>> 200 Nama ML Lucu Bahasa Jawa yang Unik, Bikin Akun Makin Kocak

Bagi yang terpaksa keluar rumah, Cynthia menyarankan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti masker, terutama untuk anak usia di atas 3 tahun.