Presiden Amerika Serikat Donald Trump melancarkan serangan baru terhadap Iran karena geram Teheran belum membuka sepenuhnya Selat Hormuz.

Dalam beberapa hari terakhir, Iran disebut masih menyerang kapal-kapal yang melintas di selat strategis tersebut.

>>> BRIN Luncurkan Satelit NEO-1 Buatan Anak Bangsa Januari 2027

Pernyataan itu disampaikan Trump di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki. Ia tampak frustrasi saat membahas Iran di hadapan wartawan.

Trump mengatakan gencatan senjata AS-Iran telah berakhir. Ia mengisyaratkan akan ada gelombang serangan baru jika Teheran terus menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.

"Orang-orang ini (Iran) berbohong dan curang. Kami sudah memiliki sebuah kesepakatan, lalu mereka keluar.

Misalnya, mereka setuju, 'Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.' Mereka setuju," kata Trump di Turki seperti dikutip CNN.

"Lalu mereka keluar dan menggelar konferensi pers, kemudian membocorkan bahwa kami tidak pernah membahas masalah itu. Siapa yang akan percaya kalau kami tidak pernah membahasnya?

Padahal bagi saya, itu adalah 99,9 persen dari seluruh pembahasan yang kami lakukan," keluh Trump.

Seorang pejabat mengatakan Trump mulai kehilangan kesabaran terhadap lambatnya proses perundingan. Iran dinilai sengaja memperlambat pembicaraan nuklir dengan Washington.

AS kembali melancarkan rentetan serangan udara ke selatan Iran pada Selasa dan Rabu. Serangan itu sebagai konsekuensi atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersil di Selat Hormuz.

>>> 200 Nama ML Lucu Bahasa Jawa yang Unik, Bikin Akun Makin Kocak

Rentetan ledakan terdengar di sejumlah kota pesisir di selatan Iran, termasuk Bandar Abbas dan Sirik.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan sistem pertahanan udara Iran sedang menghadapi sasaran musuh di kawasan tersebut.