Pemerintah Amerika Serikat secara terbuka mengungkapkan batas yang tidak boleh dilanggar Iran.

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa Iran hanya memiliki dua pilihan: mematuhi kesepakatan atau kembali menghadapi serangan militer.

>>> Bos Pintu Imbau Investor Pemula Lakukan Riset Mandiri Sebelum Beli Aset Kripto

Vance mengatakan pemerintahannya telah menawarkan kesepakatan sederhana kepada Iran. Amerika bersedia melonggarkan blokade jika Iran menghentikan serangan terhadap pelayaran komersial di jalur laut strategis.

Namun, Iran dinilai tidak memegang komitmen yang telah disepakati.

Sebagai respons, AS baru-baru ini melancarkan operasi terhadap sejumlah target di Iran setelah serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.

"Mereka bersikap baik selama sekitar satu minggu, tetapi kemudian mereka mulai menembaki kapal-kapal," kata Vance, dikutip Kamis (9/7).

Vance menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan garis merah yang tidak bisa ditawar. "Kesepakatannya sangat sederhana.

Jika mereka menembaki kapal, kami akan menghajar mereka habis-habisan," ujarnya.

Iran kini dihadapkan pada dua pilihan yang jelas. Pertama, mematuhi kesepakatan dengan menghentikan serangan terhadap kapal dagang.

Kedua, menerima konsekuensi berupa operasi militer yang akan terus berlanjut.

>>> UGM Didesak Akui Salah dan Minta Maaf soal Ijazah Jokowi, Jika Ngeyel Bakal Dipidanakan

"Mereka bisa mematuhinya atau mengalami persis seperti yang terjadi kepada mereka tadi malam.

Hal itu akan terus terjadi sampai mereka membuka jalur pelayaran itu dan berhenti menembaki kapal," tegas Vance.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah AS tidak berniat mengubah pendekatannya jika gangguan terhadap pelayaran internasional masih berlanjut.

Menurut Vance, Donald Trump berkomitmen menjaga keterbukaan Selat Hormuz.

Selat Hormuz dinilai sangat penting bagi stabilitas ekonomi global karena menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia.

"Itu adalah jalur yang sangat penting, tempat sebagian besar energi dunia dikirimkan," kata Vance.

Ketegangan AS dan Iran kembali meningkat setelah serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.

Sebagai balasan, AS melancarkan serangan terhadap puluhan target militer, termasuk sistem pertahanan udara, radar, rudal antikapal, dan aset Garda Revolusi Iran.

>>> Strategi Pertamina Loloskan Kapal Tanker dari Selat Hormuz Terungkap

Washington menegaskan operasi tersebut akan terus dilakukan jika Iran kembali mengganggu keamanan pelayaran internasional. Keamanan jalur pelayaran menjadi garis merah utama dalam negosiasi dengan Teheran.