Kekalahan AS dari Belgia Jadi Bahan Olok-Olok di KTT NATO
Kekalahan Timnas Amerika Serikat dari Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 ikut mewarnai suasana Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Ankara, Turki.
Sejumlah pemimpin aliansi dilaporkan berhati-hati agar tidak menyinggung Presiden AS Donald Trump. Namun, Perdana Menteri Belgia Bart De Wever justru menjadi salah satu yang pertama menyinggung kemenangan negaranya.
>>> OJK Perluas Izin Usaha Dua Perusahaan Gadai Jadi Skala Nasional
"Dia punya reputasi kadang bereaksi agak kesal terhadap hal-hal yang tidak dia sukai, dan saya pikir kekalahan ini akan terasa sangat menyakitkan baginya," ujar De Wever, dikutip Kamis (9/7).
De Wever mengungkapkan kemenangan Belgia 4-1 menjadi topik pembicaraan paling sering muncul di KTT NATO.
"Semua orang membicarakan satu hal, yaitu ucapan selamat atas kemenangan pantas dari Red Devils," katanya.
Ia kemudian menyindir bahwa pihak yang kalah adalah mitra terbesar NATO. "Tentu saja pihak yang kalah juga hadir di sini.
Kebetulan itu adalah mitra terbesar NATO," ungkapnya.
De Wever juga mengaitkan bantuan Ukraina dengan kontroversi kartu merah Folarin Balogun. "Ini juga kartu merah yang sangat kuat untuk Putin.
Kartu merah tidak bisa begitu saja dicabut. Anda tahu itu."
>>> Redmi Note 17 Pro Dikonfirmasi Punya Baterai 9.000 mAh dan Layar 3.500 Nit
Pernyataan itu dipandang sebagai sindiran terhadap Trump yang meminta FIFA meninjau kartu merah Balogun. Hukuman larangan bermain sang striker dicabut, namun AS tetap kalah 1-4 dan tersingkir.
Trump belum memberikan komentar publik. Namun, pemain Belgia sempat mengejeknya dengan menirukan tarian khas Trump saat merayakan gol keempat.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga ikut bercanda. Ia berseloroh bahwa Inggris hanya mampu menjuarai Piala Dunia ketika dikuasai Partai Buruh.
Rangkaian candaan para pemimpin Eropa menunjukkan besarnya sorotan terhadap kekalahan AS. Topik ini tidak hanya menjadi perbincangan di dunia sepak bola, tetapi juga meramaikan forum diplomatik tingkat tinggi.
Menurut sejumlah pejabat, para pemimpin negara anggota sempat berdiskusi informal agar tidak mengangkat topik sepak bola saat bertemu Trump.
Mereka khawatir kekalahan AS dapat memengaruhi pembahasan isu-isu penting aliansi.
Pertemuan aliansi berlangsung di tengah upaya negara-negara Eropa menjaga hubungan baik dengan Washington.
>>> 5 Drakor Terbaik Awal 2026 Versi Survei, Teach You a Lesson Juara
Trump berulang kali mendesak sekutu meningkatkan belanja pertahanan, namun suasana serius itu tak mampu menahan candaan soal Piala Dunia.
Update Terbaru
Xiaomi Luncurkan SkyNomad, SUV Pintar dengan Kabin yang Bisa Dikonfigurasi Ulang
Kamis / 09-07-2026, 13:49 WIB
Siapa Nama Juru Kunci Gunung Kawi? Ini Jawabannya
Kamis / 09-07-2026, 13:48 WIB
4 Sabun Cuci Muka Scora Rp30 Ribuan untuk Kulit Kusam, Berjerawat, dan Sensitif
Kamis / 09-07-2026, 13:48 WIB
Risiko Mesin Jebol Mengintai Pemilik Mobil Saat Libur Sekolah Jika Abaikan Hal Ini
Kamis / 09-07-2026, 13:44 WIB
DEN Ungkap Skema Proporsional Jika Pasokan Gas HGBT Tak Mencukupi
Kamis / 09-07-2026, 13:44 WIB
PDIP Desak Presiden Turun Tangan Atasi Ketegangan Polisi vs Kejaksaan-TNI di Kasus PLTU
Kamis / 09-07-2026, 13:44 WIB
Dokter Tifa Tak Pernah Ingin Jokowi Dihukum, Hanya Minta Keabsahan Ijazah Diuji
Kamis / 09-07-2026, 13:43 WIB
AHY: Pembangunan Infrastruktur Harus Adaptif terhadap Perubahan Iklim
Kamis / 09-07-2026, 13:43 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 9 Juli: Taurus Belajar Percaya, Gemini Mengalahlah
Kamis / 09-07-2026, 13:42 WIB
Influencer Emma Kate Willman Viral Disebut Kembaran Erling Haaland
Kamis / 09-07-2026, 13:42 WIB
Dobrak Tradisi Warna Pastel, Ria Miranda Luncurkan Koleksi Serba Hitam
Kamis / 09-07-2026, 13:42 WIB
Meta Kecolongan, India Geram Ada Iklan Eksploitasi Anak di Instagram
Kamis / 09-07-2026, 13:42 WIB
20 Game PS1 Klasik yang Bisa Dibeli Sebelum PlayStation Store Ditutup
Kamis / 09-07-2026, 13:42 WIB
Ending Film Foufo (2026), Apakah Bakal Lanjut Season 2?
Kamis / 09-07-2026, 13:27 WIB







