Desainer Ria Miranda membuat gebrakan baru di industri modest fashion Tanah Air.

Lewat lini brand-nya, RiaMiranda, ia keluar dari zona nyaman yang selama belasan tahun identik dengan palet warna pastel feminin.

>>> Meta Kecolongan, India Geram Ada Iklan Eksploitasi Anak di Instagram

Untuk pertama kalinya, ia merilis koleksi bertajuk Smara yang sepenuhnya mengeksplorasi kekuatan dan keanggunan warna hitam. Langkah ini menjadi babak baru dalam perjalanan kreatif RiaMiranda.

Melalui koleksi ini, Ria Miranda membuktikan bahwa warna hitam dapat diinterpretasikan ulang tanpa harus menanggalkan DNA desainnya yang anggun dan penuh kelembutan.

Di balik rilisnya, tersimpan proses panjang selama satu tahun serta perjuangan sang desainer melawan idealismenya sendiri.

Perjalanan Menuju Koleksi Hitam

Bagi Ria Miranda, merilis koleksi serba hitam bukanlah perkara mudah.

Selama 15 tahun membangun brand, warna hitam adalah area yang sengaja ia hindari karena merasa tidak merepresentasikan identitas dirinya.

Namun, desakan dan permintaan tinggi dari pelanggan setia membuatnya luluh. "Alhamdulillah launching koleksi yang sudah dipersiapkan selama satu tahun.

Setiap koleksi selalu ada yang request hitam," kata Ria Miranda saat launching di RiaMiranda Store Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).

Eksperimen kecil dengan warna abu tua pada tahun 2022 membuahkan hasil mengejutkan. Pasar merespons positif, bahkan di luar dugaan desainer sendiri.

"Tim bilang hitam dicari orang dan habis duluan, tapi aku tidak suka hitam.

Kita kepengen bawa koleksi Minang Heritage, ya sudah kita bikin full black," ujarnya jujur mengenai pergolakan batin.

Tantangan dan Filosofi di Balik Smara

Tantangan terbesar adalah meramu warna hitam yang kuat dan dominan agar melebur dengan karakter brand yang lembut dan feminin.