Samsung Foundry, salah satu perusahaan pembuat chip paling canggih di dunia, dilaporkan menaikkan harga produksi chip untuk pelanggan baru.

Beberapa bulan lalu, Samsung kesulitan menarik pelanggan untuk bisnis manufaktur chipnya. Kini, perusahaan asal Korea Selatan itu menaikkan harga karena kapasitas produksi tertekan oleh lonjakan pesanan.

>>> One UI 9.0 untuk Galaxy Tab S9 Mulai Dikembangkan

Menurut laporan Chosun Biz, Samsung Foundry memutuskan menaikkan harga produksi chip hingga 15% untuk pelanggan baru. Kenaikan harga berlaku untuk proses node canggih seperti 4nm dan 5nm.

Perusahaan juga menaikkan harga untuk proses node 8nm tertentu yang dioptimalkan untuk aplikasi otomotif. Samsung Foundry baru saja kembali mencatat profitabilitas bulanan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Dampak Booming AI dan Persaingan dengan TSMC

Harga produksi chip biasanya stabil setelah hasil produksi meningkat. Namun, booming AI yang sedang berlangsung menciptakan kesenjangan antara pasokan dan permintaan.

>>> Polemik Vicky Prasetyo dan Fangfang Memanas: Unggah Bukti Chat 'Panas', Presenter Terkenal Diduga Sengaja Hamili Istri Siri Sebelum Menikah!

Hal ini mendorong foundry seperti Samsung Foundry dan TSMC menaikkan harga. TSMC juga dilaporkan menaikkan harga 5% hingga 10% untuk proses node 3nm, 5nm, dan 7nm.

Tahun lalu, Samsung Foundry mengamankan kontrak manufaktur chip senilai $16,5 miliar dari Tesla.

>>> Lava dan Flipkart Luncurkan Seri Smartphone Virat untuk Pasar Online

Sejak itu, nasibnya membaik dengan beberapa perusahaan lain seperti AMD, Anthropic, BYD, Google, dan Meta dikabarkan tertarik memproduksi chip di proses node 2nm dan 4nm Samsung.