Ria harus memikirkan strategi desain agar koleksi ini tidak kehilangan arah.

"Biasanya satu koleksi warna-warni, full black ini bagaimana bisa masuk DNA RiaMiranda dengan unsur hint pink, siluetnya ala RiaMiranda.

Ada ketakutan warna hitam dan itu aku coba lawan," tambahnya.

>>> 20 Game PS1 Klasik yang Bisa Dibeli Sebelum PlayStation Store Ditutup

Mendekati hari peluncuran, perasaan campur aduk dan gugup tidak bisa dihindari. "Tantangannya cukup deg-degan mau launching, kira-kira diterima nggak ya.

Karena selama 15 tahun tidak keluar warna hitam, karena bukan RiaMiranda banget," sautnya.

Kekhawatiran itu terjawab lewat keindahan koleksi Smara.

Koleksi ini tidak hanya menampilkan satu jenis warna gelap, melainkan spektrum warna hitam yang kaya dan berdimensi, mulai dari charcoal, sheer black, hingga deep black.

Material ringan dan permainan tekstur, potongan siluet, serta detail khas RiaMiranda membuat warna hitam tampil lembut sekaligus berkarakter.

"Melalui Smara, aku ingin menghadirkan perspektif baru tentang warna hitam, tetap feminin, tetap elegan, namun memiliki karakter yang kuat," ujarnya.

Inspirasi utama Smara berakar dari filosofi budaya Minangkabau, tanah kelahiran sang desainer. Koleksi ini merupakan penghormatan bagi gelora wanita Minang yang dikenal memiliki karakter kuat sekaligus lembut.

Dalam budaya Minangkabau, perempuan memegang peran sentral sebagai penjaga nilai-nilai, tradisi, dan keharmonisan keluarga.

Nama Smara merepresentasikan nyala rasa yang hadir dalam diam, sebuah kekuatan batin yang membentuk setiap langkah wanita menuju masa depan.

Warna hitam dimaknai sebagai simbol kedalaman, kebijaksanaan, ketegasan, dan keanggunan yang hadir secara bersahaja.

Secara teknis, Smara menginterpretasikan elemen budaya Minangkabau ke dalam siluet modern yang sophisticated dan powerful.

Koleksi ini menghadirkan beberapa artikel andalan seperti Irise Top & Ranyha Shirt, Evie Knit Vest & Aline Vest, serta Senae Dress & Erla Ceko Dress.

Sejumlah desain merupakan pengembangan dari siluet runway yang mendapat apresiasi di The Langham Fashion Soirée pada Oktober 2025.

>>> Ending Film Foufo (2026), Apakah Bakal Lanjut Season 2?

Melalui Smara, Ria Miranda tidak sekadar merilis pakaian baru, melainkan melayangkan pernyataan bahwa seorang wanita mampu memadukan kelembutan dengan ketegasan, serta tradisi dengan ekspresi personal yang modern.