Amerika Serikat menyatakan akan menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu (8/7) menyampaikan langkah ini kepada Kongres.

Kebijakan tersebut akan berlaku dalam 45 hari ke depan. Namun, penghapusan bisa batal jika anggota parlemen memblokirnya.

>>> Prancis Hadapi Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Keputusan ini diambil saat Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa di sela-sela KTT NATO di Turki.

Trump ingin mendukung pemerintahan Al Sharaa yang berhasil menggulingkan rezim Bashar Al Assad, musuh bebuyutan Washington.

Langkah Bersejarah

Rubio menyebut langkah ini sebagai langkah bersejarah untuk memberi rakyat Suriah kesempatan meraih kejayaan. Ia mengatakan pencabutan sanksi akan membuka perdagangan dan investasi internasional.

>>> AS Bombardir 90 Target Militer Iran dalam Serangan Terbaru

Daftar hitam AS terhadap Suriah telah berlaku sejak 1979. Selama puluhan tahun, status itu sangat menghambat investasi di negara tersebut.

Di bawah rezim Assad, Suriah menjadi tempat perlindungan bagi kelompok militan Palestina. Damaskus diduga terlibat dalam upaya pemboman terhadap penerbangan maskapai Israel El Al pada 1986.

Dukungan Trump terhadap Al Sharaa terjadi meskipun ada keraguan dari Israel.

>>> Head to Head Prancis vs Maroko: Les Bleus Unggul Telak

Sebelumnya, Trump meminta Suriah berdamai dengan Israel jika ingin mendapat dukungan AS, namun belum ada perkembangan lebih lanjut.