Prancis akan menghadapi Maroko pada perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Foxborough, Kamis (9/7) waktu setempat.

Pertandingan ini merupakan ulangan dari semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.

>>> AS Bombardir 90 Target Militer Iran dalam Serangan Terbaru

Tim nasional Prancis yang menempati peringkat satu dunia lolos setelah mengalahkan Paraguay 1-0 berkat penalti Kylian Mbappe. Mbappe telah mencetak tujuh gol dalam lima pertandingan di turnamen ini.

Maroko mencapai babak delapan besar setelah menekuk Kanada 3-0 di bawah asuhan pelatih Mohamed Ouahbi. Namun, The Atlas Lions harus kehilangan penyerang andalan Ismael Saibari karena cedera paha.

Makna Historis di Balik Laga

Pertandingan ini memiliki bobot sejarah dan budaya yang signifikan bagi diaspora Maroko. Profesor Mohamed Brahimi dari Worcester State University menyoroti simbolisme mendalam di balik rivalitas olahraga ini.

"Kemenangan tidak akan menghapus warisan kolonialisme Prancis, tetapi setidaknya akan menyelesaikan sedikit masalah dalam area keluhan," ujar Brahimi.

Ia menjelaskan bahwa era kolonial masih menjadi babak menyakitkan bagi rakyat Maroko.

Brahimi menambahkan bahwa olahraga selalu lebih dari sekadar olahraga. Bangsa-bangsa cenderung menggunakannya untuk merebut kembali harga diri.

"Kemenangan akan ditafsirkan secara simbolis sebagai bukti bahwa Maroko bisa sejajar dengan bangsa yang pernah menjajahnya," kata Brahimi.

Ia juga menyebut kemenangan dapat mendorong integrasi komunitas Maroko di Prancis.

>>> Head to Head Prancis vs Maroko: Les Bleus Unggul Telak

"Begitu Prancis dikalahkan di lapangan, mungkin itu akan memberi (orang Maroko) rasa hormat yang pantas mereka terima, sehingga mereka terintegrasi penuh dalam masyarakat Prancis," ujarnya.

Dukungan Diaspora dan Keyakinan Menang

Penggemar lokal dari diaspora Maroko di Amerika Serikat sangat percaya diri tim mereka bisa mengalahkan juara bertahan.