Perseteruan antara kapten Timnas Prancis Kylian Mbappe dan Senator Paraguay Celeste Amarilla semakin memanas. Amarilla melontarkan balasan pedas setelah dikritik Mbappe atas komentar bernada rasis.

Kontroversi bermula setelah laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Paraguay. Amarilla mengunggah komentar yang dianggap mengandung pelecehan rasial terhadap Mbappe.

>>> OJK Sita Aset Rp113,97 Miliar dari Kasus Asuransi Jiwa Prolife

Pernyataan itu memicu reaksi luas. Mbappe, Real Madrid, hingga pemerintah Prancis mengecam Amarilla.

Mbappe secara terbuka mempertanyakan kelayakan Amarilla sebagai senator. Ia menyebut Amarilla tidak layak menduduki posisinya dan tidak mewakili Paraguay.

Alih-alih meredakan situasi, Amarilla justru membalas dengan nada lebih keras.

Politikus dari Partai Liberal Radikal Autentik (PLRA) itu mengaku telah mengirim surat kepada Mbappe dalam bahasa Prancis dan Spanyol.

"Suruh dia membaca surat saya. Saya memintanya untuk berhati-hati dengan orang Paraguay," ujar Amarilla dikutip dari Marca.

>>> Diplomasi Budaya Berbalut Doa Sakral: Momen Hangat Prabowo dan Modi di Candi Prambanan hingga Janji Restorasi 10 Tahun

Amarilla juga mengingatkan Mbappe agar tidak meremehkan Paraguay. Ia membawa-bawa kasus hukum yang pernah menjerat Ronaldinho.

"Kami sudah pernah mengirim Ronaldinho ke penjara di sini karena kasus korupsi. Jangan meremehkan saya," tegasnya.

Pernyataan itu merujuk pada penangkapan Ronaldinho di Paraguay pada Maret 2020 karena menggunakan paspor palsu.

Mantan pemain Barcelona itu mendekam 32 hari di penjara sebelum diubah menjadi tahanan rumah.

Ronaldinho dibebaskan pada Agustus 2020 setelah membayar denda sekitar Rp1,34 miliar.

>>> PBB: Generasi Muda Takut Menikah karena Ekonomi Tidak Pasti

Hingga kini, perseteruan Mbappe dan Amarilla masih menjadi sorotan publik. Polemik yang awalnya dipicu komentar rasis kini melibatkan isu politik, hukum, dan harga diri negara.