Dua petugas Kepolisian Portland mengalami luka-luka saat menangani panggilan trespassing di King neighborhood, Portland Timur Laut, Selasa dini hari.

Menurut Biro Kepolisian Portland, petugas menghadapi Yimer Funez-Cruz, 23, asal Portland, sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan memintanya meninggalkan properti.

Rekaman body camera yang dirilis PPB pada Selasa memperlihatkan petugas memerintahkan Funez-Cruz untuk meninggalkan gedung atau akan ditangkap.

Ketika ia menolak, petugas berusaha menangkapnya, yang berujung pada perkelahian fisik dan melukai dua petugas.

Petugas akhirnya berhasil membekuk tersangka sebelum dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam jiwa.

Dalam rekaman, salah satu petugas berteriak, "Jauhi taser saya!" saat Funez-Cruz mencoba merebut alat tersebut.

PPB tidak merinci tingkat keparahan luka petugas, tetapi rekaman menunjukkan beberapa pukulan dilayangkan antara Funez-Cruz dan petugas.

Kepala Polisi Bob Day menyatakan lega karena kedua petugas diperkirakan pulih. Ia menekankan risiko yang dihadapi petugas setiap hari demi melindungi masyarakat.

Funez-Cruz ditahan di Multnomah County Detention Center dengan delapan tuduhan, termasuk menyerang petugas keamanan publik, penyerangan tingkat dua dan empat, percobaan pencurian, trespassing, dan kepemilikan senjata oleh terpidana.

Catatan pengadilan menunjukkan Funez-Cruz pernah dihukum karena penyerangan feloni tingkat dua dan penggunaan senjata ilegal pada Desember 2024, dengan hukuman 27 bulan penjara dan 60 bulan masa percobaan.

Ia juga memiliki hukuman sebelumnya karena mengganggu laporan dan tuduhan DUII pada 2023 yang masuk program diversi.

Surat perintah penangkapan telah diterbitkan pada Juni karena dugaan pelanggaran masa percobaan. Ia dijadwalkan hadir di pengadilan pekan depan untuk kasus tersebut.

Catatan penjara menunjukkan Funez-Cruz masih ditahan dan belum hadir di pengadilan untuk tuduhan baru.