PT Pertamina (Persero) memperkuat langkah pengembangan bahan bakar ramah lingkungan dengan menggandeng Boeing.

Kerja sama ini ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki pembangunan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia.

>>> Rating TV Terbaru per Kamis, 9 Juli 2026: Euforia Timnas U17 dan D'Academy Guncang Layar Kaca, Sinetron SCTV Masih Tak Terkalahkan

Langkah ini diarahkan untuk mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan sekaligus mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE).

Kolaborasi tersebut mencakup penjajakan berbagai aspek dalam rantai nilai SAF, mulai dari bahan baku hingga distribusi.

Pertamina dan Boeing akan bekerja sama mengidentifikasi peluang pengembangan ekosistem SAF yang berkelanjutan dan kompetitif.

SAF merupakan bahan bakar penerbangan yang diproduksi dari sumber terbarukan seperti minyak jelantah, lemak hewani, atau biomassa.

Penggunaan SAF dapat mengurangi emisi karbon hingga 80% dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.

>>> 5 Komplek Perumahan di Bekasi Utara dan Sekitarnya

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan SAF berkat ketersediaan bahan baku yang melimpah.

Pertamina sebelumnya telah memproduksi SAF melalui proses co-processing di kilang minyak.

Boeing sebagai produsen pesawat global memiliki komitmen untuk mendukung penggunaan SAF di industri penerbangan.

Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat adopsi SAF di Indonesia dan membuka peluang ekspor.

>>> Prediksi 23 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kombinasi Senior dan Darah Muda

Dengan ekosistem yang kuat, Indonesia dapat menjadi pemain kunci dalam industri aviasi rendah emisi di kawasan.