Gunung Kawi kembali menjadi perbincangan setelah banyak konten media sosial membahas kawasan ini, terutama terkait cerita mistis dan praktik pesugihan.

Di balik berbagai cerita yang beredar, Gunung Kawi juga memiliki daya tarik sebagai kawasan pegunungan dengan jalur pendakian.

>>> Wakil Presiden AS: Iran Hanya Punya Dua Pilihan, Patuhi Kesepakatan atau Hadapi Serangan Lagi

Banyak orang penasaran, apakah gunung ini bisa didaki seperti gunung lainnya?

Berikut informasi lengkap mengenai jalur pendakian, estimasi waktu, dan persiapan yang diperlukan.

Mengenal Gunung Kawi

Gunung Kawi adalah gunung berapi yang sudah lama tidak aktif di Jawa Timur. Kawasan ini berada di sisi barat daya Kabupaten Malang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar.

Tidak ada catatan sejarah mengenai letusan Gunung Kawi. Ketinggiannya bervariasi tergantung titik puncak yang dituju.

Puncak Batu Tulis berada di ketinggian sekitar 2.603 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan puncak tertinggi Gunung Buthak mencapai sekitar 2.880 mdpl.

Banyak orang keliru menyebut Gunung Kawi sebagai Gunung Butak. Padahal, Gunung Buthak adalah salah satu puncak di kawasan Gunung Kawi, bukan nama lain dari seluruh gunung.

Selain sebagai kawasan pendakian, Gunung Kawi juga populer karena Pesarean Gunung Kawi yang menjadi tempat ziarah dan memiliki nilai budaya.

>>> Bos Pintu Imbau Investor Pemula Lakukan Riset Mandiri Sebelum Beli Aset Kripto

Gunung Kawi dijuluki Gunung Putri Tidur karena bentuknya yang menyerupai sosok perempuan berbaring jika dilihat dari arah Kota Malang atau Blitar.

Dari kawasan ini, pendaki dapat menikmati pemandangan Kota Batu, Kota Malang, Waduk Karangkates, dan perkebunan teh Sirahkencong.

Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki?