Kadar gula darah secara alami naik dan turun sepanjang hari. Namun, lonjakan yang terlalu sering dalam jangka panjang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Menurut para ahli endokrinologi, kebiasaan yang terus-menerus memicu fluktuasi gula darah dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, prediabetes, hingga diabetes tipe 2.

>>> Warisan Nusantara Jadi Tren Dunia, Puluhan Brand Lokal Indonesia Tampil Memikat di Singapura

Menjaga kadar gula darah tetap stabil menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan metabolik.

Ahli endokrinologi Jennifer Cheng, D. O.

mengatakan, "Ada jutaan orang yang menderita diabetes dan pradiabetes yang belum terdiagnosis di AS. Ada komplikasi signifikan ketika seseorang mengembangkan diabetes yang berpotensi dapat dicegah."

Berikut lima kebiasaan yang disarankan untuk dihentikan demi menjaga gula darah tetap sehat, dikutip dari Eating Well.

1. Doyan Es Teh Manis

Minuman bersoda, teh atau kopi dengan tambahan gula berlebih, minuman energi, dan jus dengan gula tambahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dalam waktu singkat.

Para ahli menyarankan untuk memilih air putih, teh tanpa gula, atau minuman rendah gula sebagai alternatif yang lebih sehat.

Ahli endokrinologi Sowjanya Naha, M. D.

menjelaskan, "Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tajam kadar gula darah dan insulin.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin minuman manis, dan bahkan jus buah dalam jumlah besar, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2."

2. Duduk Sepanjang Hari

Menghabiskan waktu berjam-jam di meja kerja, di dalam mobil, atau bermalas-malasan di sofa berdampak buruk bagi metabolisme.

"Duduk dalam waktu lama mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga lebih sulit untuk mengontrol gula darah," kata Naha.