Iran akhirnya menggelar pemakaman kenegaraan bagi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Jenazahnya tertunda dimakamkan selama lebih dari empat bulan sejak serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat pada akhir Februari lalu.

>>> Roy Suryo dan Dokter Tifa Terancam Penjara Hanya Bermodal Surat Kehilangan Ijazah

Penundaan sekitar 125 hari itu menjadi sorotan karena bertolak belakang dengan ajaran Islam yang menganjurkan pemakaman segera.

Namun, otoritas Iran menegaskan keputusan tersebut berdasarkan hukum Islam mazhab Syiah dan situasi keamanan yang masih dalam kondisi perang.

Juru bicara khusus markas besar pemakaman Iran, Iman Atarzadeh, menjelaskan jenazah Khamenei tetap dirawat dengan penuh penghormatan.

Ia menegaskan jenazah tidak pernah dimakamkan sementara atau dipindahkan ke lokasi lain selama masa penundaan.

Alasan Penundaan Pemakaman

Para ulama senior Iran menggunakan ketentuan yurisprudensi Syiah yang memperbolehkan penundaan pemakaman dalam keadaan darurat.

Aturan itu berlaku jika ada kondisi luar biasa seperti perang, ancaman keamanan serius, atau situasi yang membuat pemindahan jenazah tidak aman.

Sebagai faqih dan pemimpin tertinggi Iran, Khamenei memiliki kedudukan teologis dan politik tertinggi. Keputusan menunda ritual pemulasaraan hingga prosesi kenegaraan dilakukan melalui persetujuan para ulama senior.

Faktor utama penundaan adalah kondisi keamanan yang belum memungkinkan.

>>> Prabowo dan PM Singapura Gelar Retreat, 26 MoU Siap Diteken

Serangan yang menewaskan Khamenei terjadi saat operasi militer masih berlangsung dan menyebabkan kerusakan berat pada kompleks kediamannya di Teheran.

Pemakaman berskala besar dinilai berisiko tinggi karena ancaman serangan lanjutan dan kondisi wilayah udara yang belum aman.

Jenazah disimpan hingga tercapai gencatan senjata sementara dan protokol deeskalasi pada akhir Juni 2026.

Tanpa Pembalseman Kimia

Selama penyimpanan lebih dari empat bulan, Iran tidak menggunakan metode pembalseman kimia.

Otoritas Iran menyatakan hal itu dihindari karena bertentangan dengan prinsip hukum Islam yang menjaga keutuhan dan kesucian jasad.

Sebagai alternatif, jenazah Khamenei bersama empat anggota keluarganya yang tewas dalam serangan disimpan menggunakan sistem pendingin medis khusus.

Sistem itu mempertahankan suhu stabil 2 hingga 4 derajat Celsius dan mengendalikan kelembapan ruangan secara ketat.

>>> Ramalan Zodiak 6 Juli: Libra Terlalu Santai, Scorpio Lebih Tegas

Teknologi pendingin medis diterapkan secara konsisten hingga prosesi pemakaman kenegaraan dapat dilaksanakan setelah kondisi keamanan dinilai memungkinkan.