Istilah diaspora kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Indonesia.

Hal ini dipicu oleh kepindahan sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia ke klub-klub Liga 1, termasuk Ragnar Oratmangoen yang resmi bergabung dengan Persib Bandung.

>>> Empire State Building: Tinggi 443 Meter, Jadi Lokasi Lamaran Ekstrem Pasangan Rooftopper

Ragnar sebelumnya bermain untuk klub Belgia FCV Dender. Kepindahannya ke kompetisi domestik membuatnya kehilangan status sebagai pemain diaspora.

Ia menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia ke-11 yang tidak lagi menyandang status tersebut karena kini berkarier di liga lokal.

Apa Itu Diaspora?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diaspora berarti masa tercerai-berainya suatu bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Istilah ini juga merujuk pada kelompok masyarakat yang hidup di luar tanah leluhurnya tetapi masih memiliki ikatan dengan asal-usulnya.

Dalam perkembangan maknanya, diaspora digunakan untuk menyebut warga keturunan suatu negara yang menetap atau berkarier di luar negeri.

Di dunia sepak bola Indonesia, pemain diaspora umumnya adalah pemain berdarah Indonesia yang lahir, besar, atau berkarier di luar negeri, lalu membela Timnas Indonesia melalui jalur keturunan dan naturalisasi.

>>> 5 Motor Irit Bensin dan Hemat Servis, Cocok untuk Pelajar agar Orang Tua Tenang

Banyak dari mereka tetap memperkuat klub di Eropa atau negara lain meski telah resmi menjadi WNI.

Status diaspora tidak ditentukan oleh kewarganegaraan semata, melainkan juga oleh domisili atau tempat pemain berkarier.

Ketika seorang pemain naturalisasi yang sebelumnya bermain di luar negeri memutuskan bergabung dengan klub Liga Indonesia, ia umumnya tidak lagi disebut sebagai pemain diaspora.

Ia lebih tepat disebut sebagai pemain naturalisasi yang bermain di kompetisi domestik.

Hal inilah yang terjadi pada Ragnar Oratmangoen setelah resmi berseragam Persib Bandung dari FCV Dender.

>>> Jadwal KRL Jogja-Solo 6-12 Juli 2026, Lengkap Semua Stasiun dan Jam Keberangkatan

Kepindahan tersebut membuat Ragnar menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia ke-11 yang kehilangan status diaspora karena kini berkarier di liga lokal.