FIFA secara mengejutkan membatalkan hukuman larangan bermain satu pertandingan Piala Dunia terhadap striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Minggu (5/7/2026).

Keputusan ini diduga kuat terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta FIFA untuk meninjau kembali hukuman tersebut.

>>> Lahan Pertanian Berpotensi Jadi Penyerap Karbon, Penelitian Ungkap Caranya

Dengan pembatalan itu, Balogun yang berusia 25 tahun bisa tampil melawan Belgia pada Senin di Seattle.

"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membatalkan ketidakadilan besar!" tulis Trump di akun Truth Social miliknya.

Sebelumnya, pada Rabu, Balogun menerima kartu merah karena pelanggaran dalam pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina.

Kartu merah itu membuat pencetak gol terbanyak Amerika tersebut dikeluarkan dari lapangan dan mendapat hukuman larangan bermain satu pertandingan tanpa banding.

Namun, untuk pertama kalinya dalam lebih dari 60 tahun Piala Dunia, FIFA mengizinkannya bermain di pertandingan berikutnya.

Dalam pernyataan pada Minggu, FIFA mengatakan bahwa "pelaksanaan skorsing pertandingan untuk pemain AS Folarin Balogun ditangguhkan untuk masa percobaan satu (1) tahun."

FIFA mengutip Pasal 27 dari kode disiplinnya yang menyatakan badan peradilan dapat memutuskan untuk menangguhkan sebagian atau seluruh pelaksanaan tindakan disiplin.

The New York Times melaporkan bahwa Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino pada Rabu untuk meminta peninjauan skorsing Balogun, mengutip tiga orang yang mengetahui percakapan tersebut.

>>> Apa Itu Diaspora? Ragnar Oratmangoen Cs Kehilangan Status usai Gabung Liga Lokal

Penyiar olahraga Ben Jacobs pertama kali melaporkan bahwa Gedung Putih menelepon Infantino untuk tujuan tersebut.

MS NOW telah mengkonfirmasi bahwa Trump menelepon bos FIFA.

Mengutip seorang pejabat AS, MS NOW melaporkan bahwa selama panggilan telepon, Trump ingin lebih memahami mengapa Balogun mendapat kartu merah dan mengapa hal itu menyebabkan skorsing.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa pemerintah AS memberikan "bukti tambahan" kepada FIFA, dan Komite Disiplin FIFA menggunakan informasi itu dalam proses pencabutan skorsing Balogun.

Menurut para pejabat, pemerintah fokus pada wasit yang meninjau tayangan ulang sebelum kartu merah dikeluarkan.

"Pada akhirnya, hasil yang benar dan tepat telah tercapai," kata pejabat itu kepada MS NOW.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar dari CNBC Indonesia.

>>> Empire State Building: Tinggi 443 Meter, Jadi Lokasi Lamaran Ekstrem Pasangan Rooftopper

Trump sendiri diketahui memiliki hubungan dekat dengan Infantino. Presiden FIFA tersebut pernah menganugerahi Trump hadiah perdamaian perdana pada 2025, setelah dia gagal mengejar Nobel Perdamaian.