Lahan Pertanian Berpotensi Jadi Penyerap Karbon, Penelitian Ungkap Caranya
Seiring meningkatnya konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfer, berbagai upaya terus dikembangkan untuk menekan laju perubahan iklim. Salah satunya datang dari sektor pertanian.
Alih-alih hanya berfungsi menghasilkan bahan pangan, lahan pertanian ternyata juga berpotensi menjadi penyerap karbon apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.
>>> Apa Itu Diaspora? Ragnar Oratmangoen Cs Kehilangan Status usai Gabung Liga Lokal
Batuan Vulkanik Jadi Solusi Serap Karbon
Hal tersebut ditunjukkan dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Plants berjudul "Farming with crops and rocks to address global climate, food and soil security".
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Sheffield bersama sejumlah ilmuwan internasional itu mengusulkan teknik bercocok tanam menggunakan batuan silikat untuk membantu mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer.
Jenis batuan yang digunakan adalah batuan silikat, seperti basalt yang berasal dari sisa letusan gunung berapi purba. Batuan tersebut dihancurkan menjadi butiran halus, lalu disebarkan ke lahan pertanian.
Ketika butiran batuan mengalami pelapukan alami di dalam tanah, proses tersebut menyerap karbon dioksida dari atmosfer sekaligus melepaskan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Pendekatan ini dikenal dengan istilah "enhanced rock weathering".
Tak Hanya Serap CO2, Tanah Juga Jadi Lebih Subur
Selain membantu mengurangi CO2 di atmosfer, metode ini diperkirakan mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, serta membuat tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit.
Dengan demikian, kebutuhan penggunaan pupuk maupun pestisida dapat ditekan sehingga biaya produksi pertanian berpotensi menurun.
Keunggulan lainnya, pendekatan ini tidak memerlukan pembukaan lahan baru maupun tambahan air tawar.
Berbeda dengan beberapa strategi penyerapan karbon lainnya, enhanced rock weathering dapat diterapkan langsung pada lahan pertanian yang sudah ada sehingga tidak mengganggu produksi pangan.
Update Terbaru
iQOO Z11i Hadir dengan Baterai 6.500 mAh, Usung Layar 120Hz dan Dukungan 5G
Senin / 06-07-2026, 12:54 WIB
Neymar Pensiun dari Timnas Brasil Usai Tersingkir di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 12:53 WIB
Kurang Bayar Pajak ASN Tembus Rp9,16 Triliun per Juni 2026
Senin / 06-07-2026, 12:53 WIB
Ciuman di Kening atau Pipi, Mana yang Lebih Bermakna?
Senin / 06-07-2026, 12:53 WIB
Dugaan Kecurangan OSN-K di SMAN 1 Babat Toman Viral, Rekaman Ujian Jadi Sorotan
Senin / 06-07-2026, 12:52 WIB
Spanyol vs Portugal: Derbi Iberia di 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 12:50 WIB
Update Top Skor Piala Dunia 2026: Kane Pepet Mbappe, Messi, Haaland
Senin / 06-07-2026, 12:49 WIB
Perbedaan GEO dan AEO, Strategi Optimasi yang Berbeda untuk Era Pencarian Berbasis AI
Senin / 06-07-2026, 12:49 WIB
Jutaan Warga Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Trump Terkejut
Senin / 06-07-2026, 12:49 WIB
Norwegia Singkirkan Brasil di Piala Dunia, Aksi Viking Row Berlanjut
Senin / 06-07-2026, 12:49 WIB
'Bang Jago' Jagakarsa Jadi Tersangka, Polisi Akan Tes Urine
Senin / 06-07-2026, 12:49 WIB
Empat Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026, Inggris dan Norwegia Terbaru
Senin / 06-07-2026, 12:49 WIB
Paul McCartney Bawakan I Want to Hold Your Hand Live Pertama dalam 60 Tahun
Senin / 06-07-2026, 12:49 WIB
UltraProlink Sonic Pro Mikrofon Nirkabel Ganda Diluncurkan di India
Senin / 06-07-2026, 12:48 WIB







