Peringatan Dini: Arus Atlantik Melambat, Ilmuwan Khawatir Titik Kritis Iklim
Data observasi laut dan penelitian baru yang dirilis pada Juni dan Juli 2026 menunjukkan perlambatan signifikan Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC).
Temuan ini memicu perdebatan sengit di kalangan ilmuwan mengenai potensi titik kritis iklim pada abad ke-21.
>>> Ghana Hadapi Kolombia di Babak 32 Besar Piala Dunia
AMOC berfungsi seperti sabuk konveyor laut, membawa air hangat tropis ke Atlantik Utara. Di sana, air mendingin, tenggelam, dan kembali ke selatan.
Namun, suhu atmosfer yang meningkat dan masuknya air tawar dari lelehan es Greenland mengganggu keseimbangan salinitas dan suhu, mengancam memperlambat sirkulasi secara drastis.
Data dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan bahwa pelemahan AMOC dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut di sepanjang Pantai Timur AS.
Selain itu, sirkulasi yang melemah juga berpotensi mengganggu musim hujan di daerah tropis dan meningkatkan badai musim dingin di Eropa.
Perdebatan Ilmiah: Ambang Batas vs. Pemulihan Bertahap
Sebuah studi yang dipimpin oleh Potsdam Institute for Climate Impact Research memperingatkan bahwa sistem tersebut bisa mencapai ambang perlambatan kritis pada pertengahan abad ini.
Studi itu bahkan memperkirakan potensi keruntuhan total pada tahun 2100.
"Penghentian AMOC bukan lagi peristiwa dengan probabilitas rendah," kata Stefan Rahmstorf, seorang oseanografer fisik di Potsdam Institute.
Ia mencatat bahwa penilaian sebelumnya tentang risiko rendah telah berubah berdasarkan observasi dan simulasi iklim terbaru.
Rahmstorf menambahkan bahwa meskipun penghentian total mungkin belum terjadi hingga setelah 2100, dampaknya sudah akan terasa dalam beberapa dekade mendatang.
Ia menyatakan keprihatinan signifikan mengenai model pendinginan regional yang memproyeksikan perubahan mulai akhir 2030-an.
Sebaliknya, model iklim canggih yang dikembangkan di Utrecht University menunjukkan bahwa meskipun AMOC akan melemah, penurunannya tetap bertahap.
Update Terbaru
Lima Kontestan Love Island UK Tersingkir Setelah Casa Amor Recoupling
Jumat / 03-07-2026, 11:51 WIB
Naik Ojol Saat Liburan di Bali, Huening Bahiyyih Bikin Heboh Penggemar
Jumat / 03-07-2026, 11:50 WIB
Aikatsu Stars! Dapatkan Film 10 Tahun pada Musim Semi 2027
Jumat / 03-07-2026, 11:50 WIB
Jaket Langka Wilt Chamberlain Ditemukan di Goodwill, Dilelang hingga Rp3,9 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Petkovic Hadapi Timnas Swiss yang Pernah Dilatihnya di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Dinas Kesehatan Mississippi Buka Klinik Imunisasi untuk Siswa
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Peringatan Cuaca Ekstrem di Calgary Dicabut Setelah Badai Canada Day
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Luka Modric Makin Dekat Akhiri Karier, Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Laga Terakhir
Jumat / 03-07-2026, 11:48 WIB
Lumba-lumba Hidung Botol di Adriatik Ikuti Kapal Pukat karena Overfishing
Jumat / 03-07-2026, 11:46 WIB
TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi Jenazah Pilot AS Korban KKB
Jumat / 03-07-2026, 11:46 WIB
Christian Brothers Pertahankan Pelaku Kekerasan Seksual Anak dengan Alasan Injil
Jumat / 03-07-2026, 11:43 WIB
Vertiv Perluas Pabrik di Malaysia, Bidik Lonjakan Permintaan Infrastruktur AI di Asia
Jumat / 03-07-2026, 11:42 WIB
Semangat Pancasila Menggema di Bantul, Pengajian Kebangsaan Soroti Ancaman Kejahatan Digital
Jumat / 03-07-2026, 11:42 WIB
Mengenal Sleepmaxxing, Benarkah Bisa Bikin Tidur Lebih Lelap?
Jumat / 03-07-2026, 11:42 WIB






