>>> Relic Entertainment Rilis Company of Heroes 3: Final Stand, Game Bertahan Hidup Mandiri

Model itu bahkan menyebut sirkulasi dapat pulih sepenuhnya jika emisi karbon global menurun satu persen per tahun mulai tahun 2250.

"Pandangan konvensional bahwa mencairnya lapisan es Greenland dapat memicu keruntuhan AMOC yang tidak dapat dipulihkan di masa depan adalah gambaran yang terlalu sederhana," ujar Oliver Mehling, peneliti di Utrecht University.

Ia menjelaskan bahwa air lelehan Greenland saja tidak cukup untuk melewati ambang titik kritis.

Ilmuwan independen mencatat bahwa ketergantungan linier arus laut pada emisi kumulatif menawarkan kerangka yang lebih dapat diprediksi untuk intervensi iklim.

"Skenario masa depan di mana AMOC jatuh dari tebing tidak terjadi," kata Louise Sime, peneliti di British Antarctic Survey.

Ia menambahkan bahwa sirkulasi justru menunjukkan hubungan linier yang kuat dengan total emisi karbon dioksida.

Peneliti lain menekankan bahwa perbedaan asumsi model menghalangi kesimpulan definitif tentang permanensi keruntuhan AMOC.

"Model iklim lain memang melewati titik kritis di bawah perubahan iklim abad ke-21, jadi hasilnya bergantung pada model," ujar René van Westen, peneliti di Utrecht University.

Para meteorolog berpendapat bahwa simulasi yang saling bertentangan ini menggarisbawahi kompleksitas jaringan laut global.

"Ini adalah kontribusi lain pada basis bukti, bukan yang menyelesaikan pertanyaan tentang risiko titik kritis AMOC," kata Jonathan Baker, ilmuwan di Met Office.

Di tengah perkembangan iklim ini, Kongres AS sedang mengevaluasi pendanaan untuk jaringan observasi laut federal.

>>> Inggris ke 16 Besar Piala Dunia, Hadapi Meksiko

NOAA dan National Science Foundation menghadapi usulan pengurangan anggaran untuk Argo Program dan Global Drifter Program hingga tahun fiskal 2031.