Suhu permukaan laut global mencapai rekor tertinggi pada Juni 2026, melampaui catatan tahun 2023 dan 2024. Para ilmuwan memperingatkan bahwa Bumi kini memasuki 'wilayah tak bertanda' (uncharted territory).

Dua lembaga pemantau iklim Eropa, Copernicus Climate Change Service dan Copernicus Marine Service, secara independen mengonfirmasi bahwa suhu laut global telah memecahkan rekor sepanjang masa.

>>> County dengan 37 Pusat Data Minta Sekolah Matikan Lampu Hemat Listrik

Suhu rata-rata mencapai hampir 70 derajat Fahrenheit.

Direktur Copernicus Climate Change Service, Carlo Buontempo, menyatakan bahwa dengan suhu laut setinggi ini dan El Niño di depan mata, kemungkinan besar akan lebih banyak rekor suhu yang jatuh dalam beberapa bulan mendatang.

Penyebab dan Dampak Pemanasan Laut

Para ilmuwan menjelaskan bahwa pemanasan ini merupakan kombinasi dari perubahan iklim yang disebabkan manusia dan awal fenomena El Niño.

>>> Netflix Gunakan AI untuk Hidupkan Suara Gene Wilder, Fans Marah

El Niño adalah pola iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut yang ekstrem, badai, dan kekeringan.

Laut menyerap 90 persen kelebihan panas yang dihasilkan oleh emisi gas rumah kaca. Namun, kesehatan laut menurun akibat emisi tersebut, mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida.

Berita ini muncul di tengah gelombang panas yang melanda Amerika Utara.

>>> Rencana Revitalisasi Konsol 3DO Batal karena Fragmentasi Hak Cipta

Ratusan juta orang diperkirakan akan terpapar suhu berbahaya selama akhir pekan panjang 4 Juli, dengan pejabat memperingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan tetap terhidrasi.