WNBA menjatuhkan skors satu pertandingan kepada forward Phoenix Mercury, Alyssa Thomas, setelah pelanggaran kerasnya terhadap guard Indiana Fever, Caitlin Clark, ditingkatkan secara retroaktif menjadi Flagrant 2.

Insiden terjadi saat perebutan bola lepas, di mana Thomas mengenai area tenggorokan Clark dengan tinjunya. Wasit awalnya tidak melihat pelanggaran tersebut secara langsung.

>>> Elena Rybakina Hadapi Caty McNally di Babak Kedua Wimbledon 2026

Tindakan disipliner ini memicu perdebatan nasional mengenai keselamatan pemain, standar perwasitan, dan pelecehan online yang menimpa atlet yang terlibat.

Kekhawatiran Medis atas Perlakuan Fisik terhadap Clark

Mantan konsultan ortopedi Philadelphia 76ers, Dr. Nicholas DiNubile, menyatakan keprihatinan mendalam atas perlakuan fisik yang diterima Clark sejak memasuki liga.

Clark saat ini mengalami cedera punggung setelah tercatat 13 kali menjadi sasaran kontak kontroversial.

Dr. DiNubile memperingatkan bahwa tekanan kecil sekalipun di area tenggorokan dapat menyebabkan keadaan darurat medis.

"Anda bisa menghancurkan laring seseorang dengan tekanan yang sangat kecil. Sepuluh hingga 20 pon tekanan dapat merusak tenggorokan atau laring," ujar Dr. DiNubile.

Ia menambahkan bahwa pukulan ke area tersebut bisa menyebabkan pembengkakan atau pendarahan yang menutup saluran napas, mengancam jiwa dalam hitungan detik.

Dr. DiNubile juga menyoroti bahwa Clark kerap menerima kontak berbahaya ke wajah dan ruang pendaratan saat melakukan tembakan tiga angka.

Menurut Fox News Digital, dampak tersebut meningkatkan risiko cedera kepala dan jatuh tak terkendali. Dr. DiNubile menegaskan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan Clark untuk mengubah gaya bermainnya.

>>> Assassin's Creed Black Flag Resynced Hadirkan Fitur Menyelam Bebas dan Banyak Bangkai Kapal Baru

"Sulit melindungi diri dalam situasi seperti itu. Itulah mengapa itu disebut flagrant foul," katanya.