Donald Trump, presiden miliarder pertama Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan setelah pengungkapan keuangan terbaru menunjukkan ia meraup keuntungan sebesar 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp22 triliun dalam satu tahun masa jabatannya.

Jumlah tersebut melonjak drastis dibandingkan pendapatannya tahun sebelumnya yang hanya 622 juta dolar AS. Lonjakan ini disebut terkait erat dengan posisinya sebagai presiden.

>>> Keterlambatan Pembayaran Negara Tekan Penyedia Layanan Anak di Montana

Kritik dari Berbagai Pihak

Praktik Trump menuai kritik tajam, bahkan dari media yang biasanya mendukungnya seperti Wall Street Journal dan New York Post.

Sebuah jajak pendapat Pew Research menunjukkan 61 persen warga AS percaya Trump kemungkinan besar menggunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri, teman, dan keluarganya.

Dalam wawancara dengan New York Times, Trump mengaku tidak peduli dengan kritik tersebut. "Saya tahu tidak ada yang peduli," ujarnya.

"Saya diizinkan melakukannya."

>>> PS5 Disc Drive Jadi Tidak Berguna pada 2028? Sony Hentikan Produksi Fisik

Ia bahkan membandingkan dirinya dengan George Washington yang memiliki dua meja, satu untuk bisnis dan satu untuk kepresidenan.

"Tidak apa-apa melakukan itu," tambahnya.

Pengeluaran Trump selama menjabat juga menjadi sorotan, termasuk lebih dari 100 juta dolar untuk perjalanan golf dan jutaan dolar untuk renovasi Gedung Putih serta bunker darurat.

>>> Dow Cetak Rekor Tertinggi, Nasdaq Tertekan Aksi Jual Saham Chip

Keuntungan besar ini dianggap sebagai bukti paling jelas bahwa para pemimpin terpilih tidak peduli dan rakyat tidak berdaya menghentikan praktik korupsi yang terang-terangan.