Dow Jones Industrial Average melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis, sementara Nasdaq Composite tertekan oleh aksi jual berkelanjutan di saham semikonduktor.

Indeks Dow Jones naik antara 0,3% hingga 0,5% mencapai level intraday tertinggi 52.805,12.

>>> Anak 11 Tahun di Kanada Meninggal Akibat Rabies Setelah Terpapar Kelelawar

S&P 500 turun sekitar 0,4% hingga 0,6%, sedangkan Nasdaq yang sarat teknologi merosot 1,2% hingga 1,4%.

Pergerakan pasar terjadi setelah laporan nonfarm payrolls Juni yang menunjukkan ekonomi AS menambah 57.000 pekerjaan, jauh di bawah perkiraan ekonom sebesar 113.000 hingga 115.000.

Tingkat pengangguran tak terduga turun menjadi 4,2%, melawan perkiraan yang tetap di 4,3%.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS merosot karena investor bertaruh Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga.

Anshul Sharma, chief investment officer di Savvy Wealth, mengatakan rotasi keluar dari sektor yang sangat panas dalam beberapa bulan terakhir ke area lain sedang terjadi.

Ia juga melihat adanya revaluasi terhadap perdagangan AI.

Sharma mempertanyakan apakah perusahaan akan beralih fokus ke biaya komputasi. "Jika perusahaan lebih sensitif terhadap biaya komputasi, apakah itu akan menjadi area berikutnya yang mereka fokuskan?"

ujarnya.

Bradford Smith, portfolio manager di Janus Henderson Investors, mencatat data tenaga kerja yang lemah mengurangi tekanan langsung pada bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

"Cetakan ini mengurangi tekanan pada lembaga anti-inflasi untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat," katanya.

Smith menambahkan bahwa Ketua Fed Kevin Warsh secara historis mendiskon pembacaan ketenagakerjaan awal sebelum beberapa revisi terjadi.

"Warsh berkomentar pada konferensi pers pertamanya bahwa data pekerjaan baru bermakna setelah revisi ketiga," lanjut Smith.