Pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional (PMN) pada 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan peserta program ini akan menerima gaji antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.

>>> Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026: Deschamps Percaya Diri

Besaran gaji disesuaikan dengan upah minimum di kabupaten atau kota tempat peserta magang. Teddy menjelaskan bahwa PMN tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga penghasilan bagi para lulusan.

Program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang mulai berjalan sejak 2025 melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Tujuannya menjembatani lulusan perguruan tinggi agar lebih mudah memasuki dunia kerja.

Pada 2026, pemerintah menargetkan 150 ribu peserta, naik dari 100 ribu pada tahun sebelumnya.

Mereka akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan milik BUMN maupun swasta di berbagai daerah.

>>> Amerika Rayakan Kegagalan Iran di Piala Dunia 2026 dengan Nyanyian dan Tarian

Cakupan peserta juga diperluas. Tidak hanya lulusan sarjana, PMN 2026 juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dan peserta dari berbagai profesi.

Masa magang berlangsung selama enam bulan di perusahaan mitra. Selama periode itu, peserta mendapat pendampingan dari mentor atau pekerja senior untuk meningkatkan keterampilan.

Teddy mengungkapkan hasil positif dari PMN 2025. Sekitar 30 persen dari 100 ribu peserta berhasil direkrut sebagai pegawai tetap setelah menyelesaikan magang.

Sementara itu, 30 persen peserta lainnya masih menunggu panggilan kerja dalam dua hingga tiga bulan setelah program selesai.

>>> Cara Cek Saldo Bansos PKH dan BPNT 2026 yang Sudah Cair Meski Status SPM Masih Muncul

Menurut Teddy, PMN telah menjadi jembatan nyata bagi lulusan untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan.