Polisi Usut Kasus Kekerasan di Daycare Capgemini Bengaluru, Lima Pengasuh Jadi Tersangka
Kepolisian Bengaluru, India, menetapkan lima pengasuh sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap balita di pusat penitipan anak (daycare) di dalam kampus Capgemini.
Hal ini dikonfirmasi oleh petugas perlindungan anak setempat, Tilakesh Kumar, pada Kamis (2/7/2026).
>>> Whistleblower Dipecat Usai Bongkar Kekerasan Balita di Daycare Bengaluru
Penyelidikan dimulai setelah video yang memperlihatkan balita dikunci di kamar mandi dan dimasukkan ke mesin cuci viral di media sosial.
Menurut Kumar, daycare tersebut melayani 50 hingga 60 anak, dengan 15 hingga 20 balita hadir setiap hari.
Seorang pelapor yang sebelumnya melaporkan kekerasan ke supervisor justru dipecat sebelum kasus ini terungkap.
"Ini sudah berlangsung lama. Sebelumnya, seseorang memberi tahu supervisor tetapi tidak ada tindakan," ujar Kumar.
Otoritas sudah lama mencurigai praktik buruk di fasilitas itu, tetapi baru memiliki bukti setelah video diverifikasi pekan ini.
>>> Spanyol Hadapi Austria di Laga Eliminasi Piala Dunia di Los Angeles
"Orang yang seharusnya merawat anak-anak justru menyiksa mereka karena anak menangis atau bersuara.
Untuk menghentikan tangisan, mereka memasukkan anak ke mesin cuci dan menguncinya di kamar mandi," jelas Kumar.
Pengaduan resmi langsung diproses di kantor polisi setempat setelah tim perlindungan anak mengamankan bukti digital.
Capgemini merespons dengan menghentikan operasional daycare di Bengaluru dan menerapkan protokol keamanan internal.
>>> Politisi Republik Kritik Wali Kota New York soal Imbauan Hemat Energi
Perusahaan menyatakan bekerja sama penuh dengan penyelidikan dan menjadikan kesehatan serta keselamatan karyawan dan keluarga sebagai prioritas utama.
Update Terbaru
Keuntungan Trump dari Kripto dan Korupsi Capai Rp22 Triliun
Jumat / 03-07-2026, 03:28 WIB
Keterlambatan Pembayaran Negara Tekan Penyedia Layanan Anak di Montana
Jumat / 03-07-2026, 03:28 WIB
PS5 Disc Drive Jadi Tidak Berguna pada 2028? Sony Hentikan Produksi Fisik
Jumat / 03-07-2026, 03:26 WIB
Dow Cetak Rekor Tertinggi, Nasdaq Tertekan Aksi Jual Saham Chip
Jumat / 03-07-2026, 03:26 WIB
Anak 11 Tahun di Kanada Meninggal Akibat Rabies Setelah Terpapar Kelelawar
Jumat / 03-07-2026, 03:26 WIB
Spanyol Siap Hadapi Austria di Piala Dunia, Skuad Pulih Cedera
Jumat / 03-07-2026, 03:21 WIB
FBI Kerahkan 260 Personel untuk Investigasi Pemilu 2020 di Georgia
Jumat / 03-07-2026, 03:21 WIB
Polisi Geledah Markas Sepak Bola Jerman Terkait Dugaan Korupsi Euro 2024
Jumat / 03-07-2026, 03:21 WIB
Tuchel Kritik Aturan FIFA yang Rugikan Inggris Jelang Lawan Meksiko
Jumat / 03-07-2026, 03:16 WIB
Oliver Kahn Murka: Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 Dihuni Pemain Mental Tempe
Jumat / 03-07-2026, 03:16 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol Ungguli Austria 1-0 di Babak 32 Besar
Jumat / 03-07-2026, 03:16 WIB
2026-27 NBA Finals: Spurs Favorit, 76ers Naik Setelah Dapat Brown
Jumat / 03-07-2026, 03:15 WIB
PLN Retrofit PLTU untuk Gunakan Batubara Kalori Rendah
Jumat / 03-07-2026, 03:14 WIB
Mantan Atlet Olimpiade Didakwa Rusak Kolam Refleksi Lincoln Memorial
Jumat / 03-07-2026, 03:14 WIB






