Seorang pelajar SMP berinisial IL (16) asal Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh teman sekelasnya.

Korban sempat mengeluhkan sakit kepala berkepanjangan sebelum kondisinya kritis dan akhirnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.

>>> Wamendagri Dorong Daerah Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan

Peristiwa dugaan kekerasan itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026. Saat itu IL dan teman sekelasnya di SMP PGRI Sukodono, Lumajang, sedang melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Sekitar pukul 10.00 WIB di ruang kelas, terduga pelaku SKF alias DF (16) mendapati ada sampah di loker meja IL.

SKF kemudian menegur dan meminta IL membersihkannya.

Korban menolak karena merasa bukan dia yang membuang sampah tersebut. Pelaku lalu memukuli korban secara membabi buta.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, korban diduga dianiaya saat duduk di kursi dekat dinding kelas, sementara pelaku berdiri di hadapannya.

Pelaku melayangkan tiga kali pukulan menggunakan tangan kanan yang mengepal.

Pukulan pertama mengenai dada, kedua mengenai lengan, dan ketiga menghantam bibir korban hingga kepalanya terdorong ke belakang dan membentur dinding kelas.

Akibat pukulan tersebut, korban mengalami luka berdarah di bibir serta mengeluhkan pusing.

"Korban mengalami luka pada bibir dan mengeluhkan sakit kepala setelah kejadian tersebut," kata Ipda Suprapto, Kamis (2/7).

>>> Pilot Penabrak Gedung Tertinggi China Alami Gangguan Kecemasan

Sehari setelah insiden, pihak sekolah memfasilitasi mediasi yang dihadiri kepala sekolah, wali kelas, keluarga korban, dan terlapor. Namun kondisi korban justru terus memburuk.

Kepala sekolah yang rutin memantau korban melihat perubahan kondisi fisiknya.