Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan negaranya siap meningkatkan pasokan pupuk hingga memperluas kerja sama teknologi pertanian dengan Indonesia.

Komitmen itu disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7).

>>> 30 Personel Manggala Agni Dikerahkan Atasi Kebakaran TPA Jatiwaringin

"Kami siap menyalurkan pupuk dalam jumlah yang lebih besar lagi, alat-alat pertanian, teknologi pertanian, dan lain sebagainya," ujar Lukashenko dalam pernyataan bersama.

Isu ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pembahasan kedua pemimpin.

Menurut Lukashenko, kerja sama di sektor tersebut semakin penting di tengah meningkatnya tantangan global, mulai dari konflik militer, persoalan energi, hingga gangguan jalur perdagangan internasional.

"Ini adalah hal paling penting yang berhasil diraih hari ini, pemenuhan ketahanan pangan antara kedua negara serta diskusi mengenai berbagai isu global," ujarnya.

Ia menilai setiap negara perlu memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri agar tidak bergantung pada kondisi global yang kian tidak menentu.

"Di tengah situasi konflik militer, masalah energi, dan masalah jalur laut untuk perdagangan, hal-hal tersebut menjadi beban bagi orang-orang biasa.

Saya sangat yakin akan perlunya kerja sama di bidang ketahanan pangan agar tiap negara dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri," ujar dia.

"Belarus siap memberikan kontribusinya kepada Indonesia dalam persoalan ini, terlebih lagi untuk memenuhi kebutuhan pangan," tambah Lukashenko.

Kerja Sama Alat dan Mesin Pertanian

Selain memperbesar pasokan pupuk, Lukashenko mengatakan Belarus juga menawarkan kerja sama alat dan mesin pertanian.

>>> Vatikan Ekskomunikasi Enam Uskup AS karena Membangkang Paus Leo XIV

Ia menyebut sejumlah perusahaan manufaktur Belarus, termasuk produsen traktor dan kendaraan dari Minsk, memiliki pengalaman yang dapat dikolaborasikan dengan Indonesia.