Menurut Lukashenko, kerja sama tersebut tak hanya sebatas ekspor produk. Belarus juga siap memberikan pelatihan teknis bagi tenaga kerja Indonesia.

"Kami siap, tidak hanya sekadar mengirimkan barang, kami bahkan siap mengajarkan dan melatih ribuan orang Anda untuk bekerja di bidang teknik tersebut," ujarnya.

Pelatihan dapat dilakukan baik di Indonesia maupun langsung di fasilitas industri Belarus.

"Kami siap mendidik orang-orang tidak hanya di sini, di Indonesia, tetapi juga langsung di pabrik kami yang ada di Belarus.

Kami juga siap membantu teman-teman Indonesia untuk bidang-bidang lainnya yang sedang dibutuhkan di Indonesia," ujarnya.

Kerja sama pertanian memang menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan kenegaraan Lukashenko ke Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Belarus juga berminat mengimpor sekitar 14 ribu ton minyak sawit mentah (CPO) dan 120 ribu ton kakao dari Indonesia setiap tahun.

>>> HUT Ke-46 Dekranas, Tri Tito Dorong Kerajinan RI Tembus Pasar Dunia

Selain perdagangan komoditas, kedua negara juga sepakat memperkuat kolaborasi di bidang mekanisasi pertanian serta transfer teknologi.