Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan negaranya siap menerapkan kebijakan bebas visa bagi warga Indonesia.

Hal itu disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7).

>>> Apa Itu Cyberdeck yang Sedang Populer di Kalangan Gen Z?

Lukashenko juga mendorong pembukaan penerbangan langsung (direct flight) antara Belarus dan Indonesia.

Menurutnya, kebijakan bebas visa akan mempermudah kunjungan warga Belarus ke Indonesia, sebagaimana yang sudah berlaku bagi warga Indonesia yang berkunjung ke Belarus.

Dalam pernyataan bersama, Lukashenko mengatakan kerja sama pariwisata menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian. Jumlah wisatawan Belarus yang berkunjung ke Indonesia terus meningkat.

Ia juga mengapresiasi rencana Indonesia membuka Kedutaan Besar di Belarus. Keberadaan perwakilan diplomatik itu diharapkan semakin mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

"Saya berterima kasih kepada Pak Presiden (Prabowo) atas rencana pembukaan Kedutaan Besar Indonesia di Belarus.

>>> Statistik Luka Menalo, Eks Anak Didik Fabio Cannavaro yang Resmi ke Persib

Pasti warga negara kita akan semakin banyak yang berkunjung ke Indonesia, terlebih jika dibuka penerbangan langsung ke Belarus," ujar Lukashenko.

Lukashenko menilai Indonesia merupakan destinasi menarik bagi masyarakat Belarus. Ia berharap konektivitas kedua negara diperkuat melalui pembukaan rute penerbangan langsung.

Selain konektivitas udara, delegasi Belarus juga menaruh perhatian pada peningkatan kerja sama pariwisata dan mobilitas masyarakat.

"Delegasi kami memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap kerja sama pariwisata dan saling kunjung ini. Kami sangat menyambut baik pembukaan Kedutaan Indonesia di Belarus nanti," kata Lukashenko.

Kunjungan kenegaraan Lukashenko ke Indonesia menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral yang belakangan semakin intensif.

>>> Tapir Muncul di Jalinsum Lampung, Warga Heboh

Kedua negara juga menjajaki penguatan kolaborasi di sektor perdagangan, investasi, ketahanan pangan, pertanian, transfer teknologi, hingga pengembangan industri melalui penyusunan roadmap kerja sama Indonesia-Belarus 2026-2030.