Tren teknologi bernama cyberdeck mulai digemari anak muda, khususnya Gen Z. Cyberdeck merupakan komputer portable hasil rakitan sendiri menggunakan komponen yang terkesan 'asal comot'.

Perangkat ini menggabungkan estetika masa depan jadul (retro-futuristic) dengan fungsi praktis.

>>> Statistik Luka Menalo, Eks Anak Didik Fabio Cannavaro yang Resmi ke Persib

Komponen utamanya biasanya menggunakan sistem komputer papan tunggal seperti Raspberry Pi, dipadukan dengan layar kecil, keyboard, dan casing custom.

Berbeda dengan laptop biasa, cyberdeck dirakit menggunakan barang bekas atau material yang dialihfungsikan. Hasilnya, setiap perangkat memiliki tampilan unik dan fungsi tersendiri yang mencerminkan pembuatnya.

Mengapa Cyberdeck Diminati Gen Z?

Filosofi di balik perakitan cyberdeck sangat personal dan menolak komersialisasi. Tren ini menjadi alternatif di tengah gempuran perangkat pabrik yang modelnya dinilai monoton.

Seorang kreator TikTok, ubeboobey, menyebut cyberdeck dirancang agar 'unik bagi pemiliknya' dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan personal. Kreativitas lebih diutamakan ketimbang produksi massal.

Ide ini disambut hangat di media sosial. Banyak pengguna membagikan desain cyberdeck mereka, mulai dari perangkat tangguh untuk lapangan hingga mesin warna-warni buatan tangan.

Konsep cyberdeck sebenarnya bukan baru. Ide ini terinspirasi dari fiksi ilmiah cyberpunk seperti novel Neuromancer karya William Gibson.

Namun, gerakan rakitan modern saat ini lebih mencerminkan semangat DIY (do it yourself) layaknya komunitas modifikasi komputer di masa awal.

Berbeda dari laptop pasaran yang bersifat tertutup, cyberdeck bersifat terbuka. Artinya, setiap komponen bisa ditukar, dimodifikasi, atau didesain ulang sesuka hati.

Fleksibilitas ini memikat anak muda untuk bereksperimen tanpa batasan aturan pabrik.

Fungsi Sesuai Kebutuhan

Di TikTok, para kreator menunjukkan berbagai fungsi unik cyberdeck. Ada yang menyulapnya menjadi konsol game retro untuk memainkan game jadul tahun 80-an dan 90-an.