Microsoft dilaporkan bersiap mengurangi jumlah karyawannya secara global kurang dari 2,5 persen.

Langkah ini akan menghilangkan ribuan posisi di berbagai divisi perusahaan pekan depan sebagai bagian dari pengendalian biaya.

>>> Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru

Menurut laporan Business Insider yang mengutip sumber anonim, pemutusan hubungan kerja (PHK) diperkirakan akan berdampak pada posisi di divisi penjualan, konsultasi, dan gaming Xbox.

Meskipun skalanya lebih kecil dibandingkan pengurangan tahun lalu, Microsoft biasanya menyesuaikan tenaga kerja dengan awal tahun fiskal pada 1 Juli.

Keputusan ini diambil setelah Microsoft mencatat kinerja keuangan yang kuat.

Perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan 18% year-on-year menjadi USD 82,9 miliar untuk kuartal fiskal ketiga yang berakhir 31 Maret 2026.

>>> Danny Glover Umumkan Diagnosis Alzheimer Jelang Usia 80 Tahun

Pendapatan operasional juga melonjak 20% menjadi USD 38,4 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh ekosistem cloud yang naik 29% dan sektor kecerdasan buatan (AI) yang meningkat 123%.

Pengawasan Regulator di Eropa

Di samping penyesuaian staf, Microsoft menghadapi pengawasan regulasi terkait operasi perangkat lunaknya di Eropa.

Pada Mei 2026, Otoritas Persaingan Usaha dan Pasar Inggris (CMA) meluncurkan penyelidikan resmi terhadap ekosistem perangkat lunak korporat yang dikelola Microsoft.

>>> Genesis Siap Luncurkan GV90 Electric SUV pada 9 September 2026

CMA menyatakan penyelidikan akan mengkaji apakah posisi Microsoft memengaruhi pilihan pelanggan dan persaingan. Fokusnya pada praktik seperti penggabungan produk (bundling) dan interoperabilitas.