Microsoft Xbox Dikritik CWA Jelang PHK Massal dan Penutupan Studio
Microsoft menghadapi kritik dari serikat pekerja Communications Workers of America (CWA) menjelang rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di divisi Xbox.
Laporan dari The Verge dan GamesBeat menyebutkan bahwa PHK tersebut dapat menghilangkan setidaknya 1.000 pekerjaan dan berpotensi menutup atau menjual lima studio pengembangan, termasuk Arkane Studios, Compulsion Games, Double Fine Productions, Ninja Theory, dan Undead Labs.
>>> Portugal vs Kroasia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 di Toronto
Kritik Serikat Pekerja
Wakil Presiden CWA Distrik 9, Frank Arce, menyatakan bahwa serikat pekerja yang mewakili lebih dari 3.500 pekerja Microsoft memperkirakan perusahaan akan memulai PHK, tetapi menegaskan bahwa pekerja tidak boleh diperlakukan sebagai aset yang dapat dibuang.
"Banyak laporan di media menunjukkan bahwa dalam beberapa hari ke depan Microsoft mungkin akan melakukan PHK di divisi Xbox, yaitu orang-orang yang membangun game terlaris mereka.
Kami di sini untuk mengatakan dengan jelas: para pekerja itu tidak akan diperdagangkan sebagai barang sekali pakai," ujar Arce.
Arce berargumen bahwa Microsoft memiliki sumber daya keuangan yang cukup, merujuk pada kenaikan harga konsol hingga $150, dan menekankan bahwa anggota serikatlah yang menciptakan nilai nyata bagi merek Xbox.
"Uangnya ada. Kepemimpinan hanya memilih ke mana uang itu pergi dan siapa yang membayar.
Setiap perusahaan menghadapi tantangan dan tekanan bisnis nyata. Itu fakta.
Tapi biarkan saya katakan ini: anggota CWA-lah yang membuat keuntungan yang membuat Xbox berharga," kata Arce.
Pimpinan serikat juga menyoroti keberhasilan negosiasi di Blizzard Entertainment sebagai bukti bahwa perlindungan tenaga kerja sangat mungkin diterapkan oleh induk perusahaan di semua tim.
Update Terbaru
Taylor Sheridan Ungkap Alasan Tinggalkan Dunia Akting di Acara Howard Stern
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Pasangan Hollywood Hadapi Sorotan Publik Akibat Dugaan Keretakan Rumah Tangga
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Ian Poulter Incar Terobosan Major di U.S. Senior Open
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Dallas Jadi Tuan Rumah Konvensi Midterm Pertama Partai Republik pada September
Rabu / 01-07-2026, 07:42 WIB
Trump Umumkan Konvensi Nasional Partai Republik Pertama di Tengah Periode
Rabu / 01-07-2026, 07:42 WIB
Blake Griffin Ungkap Psikolog Olahraga Khianati Kepercayaannya
Rabu / 01-07-2026, 07:42 WIB
Travis Kelce Terlihat Lari Pagi Jelang Pernikahan dengan Taylor Swift
Rabu / 01-07-2026, 07:42 WIB
Polisi West Fargo Peringatkan Warga soal Penipuan Pintu ke Pintu Pasca Badai
Rabu / 01-07-2026, 07:40 WIB
Bintang 'Young and the Restless' Colleen Zenk Ditangkap karena DUI
Rabu / 01-07-2026, 07:40 WIB
Pria Bernama 'Santa Claus' Ditangkap karena Diduga Hendak Bertemu Remaja untuk Berhubungan Seks
Rabu / 01-07-2026, 07:40 WIB
Mantan Bintang 'Bachelorette' DeAnna Pappas Menang Gugatan Uang dari Mantan Suami
Rabu / 01-07-2026, 07:36 WIB
Amad Diallo Sebut Piala Dunia 2026 Jadi Pelajaran Berharga bagi Pantai Gading
Rabu / 01-07-2026, 07:35 WIB
Kisah Orlando Gill: Dari Penjual Baju Jadi Pahlawan Paraguay di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:35 WIB
'Teach You a Lesson' Kembali Puncaki Chart Non-Inggris Netflix
Rabu / 01-07-2026, 07:35 WIB






