Xbox dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menutup atau menjual Arkane Studios serta membatalkan game terbaru pengembang tersebut, Marvel's Blade.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari gelombang PHK besar yang akan terjadi pada Juli mendatang, menandai akhir tahun fiskal Microsoft.

>>> Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT 30 Juni 2026 Lewat KKS BRI

Menurut laporan The Verge, Arkane menjadi salah satu dari setidaknya lima studio yang masuk daftar pengurangan.

Marvel's Blade dilaporkan mengalami pembengkakan anggaran dan tidak dapat memenuhi jadwal rilis yang direncanakan pada 2026.

Sebelumnya, Jean-Luc Monnet dari Arkane menyatakan pada bulan ini bahwa Marvel's Blade tidak dibatalkan, di tengah kekhawatiran yang beredar di Summer Game Fest.

"Biarkan kami memasak," ujarnya.

Namun, The Verge melaporkan bahwa Microsoft juga sedang "menjajaki opsi" untuk menjual Arkane daripada menutupnya secara langsung.

Langkah ini mirip dengan rencana sebelumnya untuk melepas studio seperti Double Fine atau Ninja Theory.

Xbox memiliki sejarah mengakuisisi studio lalu menutupnya dengan cepat, seringkali sebelum studio tersebut sempat merilis dua game. Hal ini telah merusak upaya rebranding dan menimbulkan kritik terhadap perusahaan.

Gelombang PHK yang diantisipasi ini terjadi beberapa tahun setelah akuisisi terbesar Microsoft dan industri game, yaitu Activision Blizzard.

>>> Cara Cek Spesifikasi Huawei Pura 90S, Smartphone Premium Unggulan 2026

Akuisisi tersebut belum mampu membalikkan nasib platform Xbox yang sedang terpuruk.

Pada 2024, Xbox menutup Arkane Austin setelah perilisan game live service Redfall yang gagal. Pendiri Arkane, Raphael Colantonio, menyebut keputusan itu "bodoh."

Compulsion Games, studio Xbox lain yang membuat South of Midnight, juga dilaporkan kesulitan mencari pembeli dan menyarankan karyawannya mencari pekerjaan di tempat lain.