Microsoft Xbox Dikritik CWA Jelang PHK Massal dan Penutupan Studio
"Ini bukti bahwa tuntutan tersebut dapat dicapai, dan tidak ada alasan bagi Microsoft untuk tidak memberikan hal yang sama kepada setiap pekerja di Xbox.
Itulah perbedaan yang dibuat serikat pekerja," tambah Arce.
Arce juga menyampaikan kekhawatiran yang lebih dalam mengenai implikasi strategi otomatisasi eksekutif terhadap metrik ketenagakerjaan dan hasil artistik di industri video game.
>>> Livvy Dunne vs Breckie Hill: Siapa yang Lebih Memikat?
"Ini adalah pertarungan atas masa depan gerakan buruh di tengah ancaman AI terhadap pekerjaan di seluruh teknologi dan lainnya.
Media digital sedang dihancurkan di depan mata kita, dan eksekutif perusahaan membuat keputusan sepihak tanpa melibatkan orang yang benar-benar membangun produk," ujar Arce.
Seorang sumber anonim yang mengetahui situasi tersebut menyatakan bahwa pengurangan tenaga kerja yang akan datang merupakan putaran pemotongan terbesar yang pernah terjadi di ekosistem Xbox.
Perwakilan United Video Game Workers, Sherveen Uduwana, dan seniman lingkungan senior Diablo 4, Mahreen Fatima, mencatat bahwa investasi besar dialirkan ke kecerdasan buatan dan kompensasi eksekutif, bukan untuk mempertahankan karyawan.
"Mereka hanya memilih untuk tidak melindungi kami," kata Fatima.
Tanggapan Microsoft
Menanggapi pernyataan serikat pekerja, seorang perwakilan Microsoft menekankan bahwa perusahaan terus menjaga dialog terbuka dan sejarah kerja sama dengan organisasi buruh.
"Kami menghormati hak anggota tim kami untuk menyuarakan pendapat mereka.
Kami memiliki rekam jejak panjang kemitraan dengan itikad baik bersama organisasi buruh, sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa perjanjian perundingan yang telah dicapai tim kami dengan CWA dan prinsip-prinsip ketenagakerjaan kami.
Kami terus bernegosiasi dengan itikad baik dengan CWA untuk mencapai kesepakatan di seluruh Xbox," ujar juru bicara Microsoft.
CEO Xbox, Asha Sharma, sebelumnya mengisyaratkan penyesuaian operasional, mencatat bahwa divisi game memerlukan reorganisasi internal untuk mengatasi penurunan margin keuntungan setelah beberapa akuisisi bernilai miliaran dolar.
"Mandatnya bukan margin akuntabilitas 30 persen... melainkan menjadi perusahaan game dan hiburan nomor satu, dan itulah yang akan kami lakukan," kata Sharma.
>>> Jadwal Siaran Langsung RD Kongo vs Inggris di Piala Dunia 2026
Restrukturisasi yang direncanakan dijadwalkan mulai berlaku pada 6 Juli 2026, tepat setelah akhir kuartal fiskal Microsoft.
Update Terbaru
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
Rabu / 01-07-2026, 08:36 WIB
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Honda Jual Accord ke-15 Juta di AS, Adik Pembeli Pertama Jadi Pemilik ke-15.000.001
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Irak Tangkap 47 Pejabat Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Survei: Banyak Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Daftar 16 Negara Bebas Visa Indonesia, Turun Drastis dari 169 Negara
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT Bhayangkara ke-80
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Mbappe Kirim Pesan Menyentuh untuk Deschamps Usai Bungkam Swedia
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Cara Membuat Username WhatsApp agar Bisa Chat Tanpa Nomor HP
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Apple Lobi AS Agar Bisa Pakai Chip RAM China, Harga DRAM Samsung Naik 100% Picu Ancaman Pasokan
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Bandara Paling Berbahaya di Dunia, Tak Semua Pilot Bisa Mendarat di Sini
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Backrooms Rilis Versi Extended, Tambahan 15 Menit Footage
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Motor Jarang Dipakai? Ini Waktu Tepat Ganti Oli Mesin
Rabu / 01-07-2026, 08:31 WIB
Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:31 WIB






