China Luncurkan Kapal Selam Tanpa Sirip Atas, Sulit Dideteksi
China baru-baru ini memamerkan kapal selam dengan desain aneh tanpa sirip atas atau menara komando yang lazim pada kapal selam pada umumnya.
Sirip atas pada kapal selam biasanya berfungsi sebagai ruang komando dan pemantau di atas permukaan menggunakan periskop.
>>> Prabowo Apresiasi Polri Pertahankan Nihil Terorisme
Desain itu dirancang tidak hanya untuk menghindari deteksi tetapi juga untuk mengancam infrastruktur bawah laut yang menopang kekuatan militer dan ekonomi Indo-Pasifik.
Naval News melaporkan, seperti dikutip dari Asia Times, bahwa China secara diam-diam telah meluncurkan kelas kapal selam "tanpa sirip" yang sangat canggih dari Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai.
Terobosan itu menandai lompatan teknologi besar dalam ekspansi angkatan laut China yang pesat.
Terungkap melalui citra satelit, kapal selam dengan panjang kurang lebih 120 meter memiliki lambung kapal yang ramping dan khas.
Struktur bagian atas juga dirancang sangat minimalis untuk mengurangi hambatan di bawah air.
>>> Perpres Disiapkan, Driver Ojol Bakal Masuk Kategori Pengusaha Mikro
China kemungkinan meluncurkan dua kapal di galangan kapal Huludao di Laut Bohai, sebuah fasilitas yang khusus dalam pembangunan kapal selam bertenaga nuklir.
Peluncuran paralel ini menggarisbawahi bagaimana China melampaui angkatan laut Barat, setelah memproduksi sekitar 15 hingga 20 kapal selam di delapan kelas berbeda selama lima tahun terakhir.
Kemunculan mendadak kelas kapal selam tersebut menambah sulit penilaian intelijen dan mengganggu asumsi awal tentang program kapal selam serang Tipe-095 generasi berikutnya milik China.
Joseph Trevithick, dalam sebuah artikel di The War Zone (TWZ), menyebutkan bahwa menghilangkan struktur besar dari bagian atas lambung meningkatkan aerodinamika, meningkatkan kecepatan, kemampuan manuver, dan kesenyapan saat berada di bawah permukaan air.
>>> Lothar Matthaus Sebut WAGs Biang Kerok Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Hal itu membuat kapal selam lebih sulit dideteksi, bahkan pada kecepatan tinggi.
Update Terbaru
Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:15 WIB
Baek Ji Young Buka Suara soal Tuntut Balik Komentar Jahat
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
VW Dikabarkan Kembali Pertimbangkan Jual Lamborghini dan Ducati
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege, Mengandung Bahan Keras
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
Hasil Wimbledon 2026: Janice Tjen Tersingkir di Babak 64 Besar
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
All-New Lexus ES Siap Hadir di Indonesia dengan Varian Listrik Murni
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
Amran Klaim Hilirisasi Sawit Dkk Bisa Hasilkan Setara 10 Tahun APBN
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
Shopee Luncurkan Belanja Instant 1 Jam Tiba untuk Kebutuhan Harian
Rabu / 01-07-2026, 20:10 WIB
OJK Dorong Pembiayaan Pertanian Lewat Program SEJAGAT di Tapanuli Utara
Rabu / 01-07-2026, 20:10 WIB
IPO Mundur, BACH Tetapkan Harga Rp442 per Saham
Rabu / 01-07-2026, 20:10 WIB
Prediksi Belgia vs Senegal di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:09 WIB
Said Iqbal Akan Temui Bahlil Bahas Harga LNG US$13 per MMBTU untuk Seluruh RI
Rabu / 01-07-2026, 20:09 WIB
MenPAN RB Dorong Integrasi AI dalam Tata Kelola GCG untuk Bangun Kepercayaan Publik
Rabu / 01-07-2026, 20:09 WIB
7 HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
Rabu / 01-07-2026, 20:08 WIB






