Ada juga yang menjadikannya server pribadi untuk meng-host website atau menyimpan data secara online.

>>> Tapir Muncul di Jalinsum Lampung, Warga Heboh

Sebagian lainnya menggunakan cyberdeck untuk latihan coding, atau bahkan sebagai perangkat off-grid berisi buku digital, musik, dan panduan darurat.

Komunitas pegiat keamanan siber dan hobi teknologi juga tertarik.

Unggahan blog dari Eclypsium menyoroti bagaimana cyberdeck dapat berfungsi sebagai alat peretasan portable atau platform uji coba, sehingga mereka dapat bereksperimen tanpa risiko pada komputer utama.

Blog tersebut mengulas bahwa laptop konvensional terkadang terlalu besar untuk dibawa bepergian dan kurang cocok untuk dipasangi alat khusus.

Hal ini mendorong sebagian pengguna beralih ke komputer rakitan sendiri.

Cyberdeck sebagai Bentuk Ekspresi Diri

Meski demikian, lonjakan minat terhadap cyberdeck saat ini lebih berakar pada kreativitas daripada fungsi semata.

Cyberdeck dipandang sebagai bentuk ekspresi diri, mencerminkan kepribadian, kebutuhan, dan bahan yang dimiliki pembuat.

Hal ini tercermin dari reaksi warganet.

Salah satu pengguna mengungkap bahwa selama ini mereka menginginkan teknologi modular, bukan seperti yang dibuat oleh raksasa teknologi.

Lantaran fokus pada ekspresi diri, muncul perdebatan mengenai potensi komersialisasi cyberdeck.

>>> Sandy Walsh Resmi Dikontrak Persib Bandung Selama Tiga Musim

Beberapa kreator berargumen bahwa menjual cyberdeck secara massal justru akan merusak esensi hobi ini, yang sejak awal mengutamakan eksperimen dan kepuasan merakit.